Rabu, 15 Mei 2013

Ceramah : Keutamaan Ilmu Agama

0 komentar

Assalaamu’alaikum warahmatullaahi wabarokatuh,
إِنَّ الْحَمْدَ لِلَّهِ نَحْمَدُهُ وَنَسْتَعِيْنُهُ وَنَسْتَغْفِرُهْ وَنَعُوذُ بِاللهِ مِنْ شُرُوْرِ أَنْفُسِنَا وَمِنْ سَيِّئَاتِ أَعْمَالِنَا، مَنْ يَهْدِهِ اللهُ فَلاَ مُضِلَّ لَهُ وَمَنْ يُضْلِلْ فَلاَ هَادِيَ لَهُ. وَأَشْهَدُ أَنْ لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللهُ وَحْدَهُ لاَ شَرِيْكَ لَهُ وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ صلى الله عليه وعلى آله وصحبه ومن تبعهم بإحسان إلى يوم الدين
Innalhamdalillahinahmaduhuwanasta’iinuhuwanastaghfiruhuWana’udzubiillahminsyurruri ‘anfusinaawaminsayyi’ati ‘amaalinnaa Manyahdihillah falah mudhillalah Waman yudhlilfalaah aadiyalah Waasyhaduallaa ilaaha illallaah wahdahu laasyariikalah waasyhaduanna muhammadan ‘abduhuwarasuuluh. Salallahu'alaihi wa 'ala alihi wa sahbihi wa man tabi'ahum bi ihsanin illa yaumiddiin'.
Fainna ashdaqal hadits kitabaLLAH wa khairal hadyi hadyu Muhammad Salallahu'alaihiwassalam, wa syarral ‘umuri muhdatsatuha, Wa kullu muhdatsatin bid’ah wa kullu bid’atin dhalalah wa kullu dhalalatin fin nar… Ammaba’du

Pendidikan dalam bahasa arab pendidikan berarti tarbiyah. Tarbiyah berasalah dari kata robba-yurobbi-tarbiyatu.
Tarbiyah fii lugot =
1.     Al-ishlah = mushlih atau memperbaiki
2.     Annamaau wazziyadah = mengembangkan atau bertambah
3.     Nasyaa a wa ta’ruu’ ro’ = berkembang
4.     Saa sahu wa tsau roo muroh = menguasai
5.     Atta’liimu = pengajaran
Pendidikan/tarbiyah menurut istilah adalah proses pengubahan sikap dan tata laku seseorang atau kelompok orang dlm usaha mendewasakan manusia melalui upaya pengajaran dan pelatihan;
Bahkan menurut Paulo freire pendidikan adalah proses memanusiakan manusia.
Aspek-aspek yang ada dalam pendidikan :
1.     Iman (agama)
2.     Akhlak
3.     Jasmani
4.     Akal
rasul bersabda dalam hadits yang sohihmutafaq aliah
مَنْ يُرِدِاللهُ بِه خَيْرًايُفَقِّهْهُ فِي الدِّيْنِ    متفق غليه
Man yuridillaahi bihi khoiron yufaqqihhu fiiddiin
Artinya : “Barang siapa yang dikehendaki Allah menjadi baik maka dia akan difahamkan dalam agama (HR. MuttafaqunAlaih)
sangat penting dan betapa penting nya ilmu agama, dan memiliki suat keutamaan yg sangat besar sekali.. keutamaan dan pentingnya mencari ilmu agama
secara realita kita tidak bisa lepas dr ilmu agama, kenapa? kalo kita di dalam memnuhi kebutuhan jasmani kita, kalo kita makan kurang dari tiga kali dalam satu hari tentu saja badan kita protes, badan kita lemas tidak bertenaga.. kenapa kita bisa membiarkan rohani kita sehari tidak dikasih asupan sama sekali, dua hari tidak dikasih makan sama sekali.. diantara mereka sepanjang umur nya sepanjang hidupnya,.. sangat meremehkan dan tidak memperhatikan kebutuhan rohani nya.. kalau kita yakin bahwa manusia itu memiliki dua kekuatan yang pertama kekuatan jasmani yang biasa kita sebut badan yg kita sering kasih makan tiap hari, tetapi jarang sekali orang memperhatikan kebutuhan rohani nya, tidak ada makanan yg paling tepat untuk rohani kecuali ilmu agama... keduanya, biasanya kalau kita lihat penjajah bisa menguasai suat masyarakat, suat negara, dan menguasai nya itu terlihat mudah dikala masyarakat nya itu terlihat bodoh.. maka di sini untuk supaya kita tidak dikuasai oleh imperialisme atau penjajah maka kita harus menjadi orang yg pintar.. selanjutnya kalau kita perhatikan aliran sesat, pemikiran” yang nyeleneh itu sangat subur dikalangan orang yang kurang asupan rohani nya... maka di sini pentingnya ilmu agama disampingmengcounter jajahan, ilmu agama juga bisa untuk mengcounter pemikiran” yang sesat yang bisa saja merasuk ke lingkungan atau masyarakat kita. dengan kita memiliki masyarakat2 cerdas dan paham ilmu agama, maka insya allah aliran sesat itu tidak mudah mempengaruhi kita..
ada suat istilah kaidah..
مَا لاَ يَتِمُّ الْوَاجِبُ إِلاَّ بِهِ فَهُوَ وَاجِبٌ
Maala yatimmulwajibu illa bihi fahuwa waajib
“Suatu kewajiban tidak akan bisa dilaksanakan dengan sempurna, kecuali dengan adanya sesuatu yang lain, maka hukum sesuatu yang lain itu pun menjadi wajib.”
artinya kalau memang wudhu itu wajib sebagai sarat syah shalat.. maka menguasai ilmu nyawudhu itu wajib.. kalau sekarang shalat itu merupakan kewajiban setiap muslim., menguasai ilmu nyashalat itu wajib.. kalau puasa Ramadhan itu wajib bagi setiap muslim yg mukalam.. maka menguasai ilmu nya puasa juga wajib.. dari sani hadirin sekalian kita dapat menyimpulkan bahwa ilmu agama disamping memiliki keutamaan juga sangat penting di kuasai setiap muslim bila ingin memiliki agama yg benar, melaksanakan agama dengan benar, dan amal’ nya di dunia diterima Allah swt..
Hukum mencari Ilmu :
Hukum mencari ilmu secara global terbagi menjadi 3
1.       Fardu ‘ain yaitu ilmu ilmu yg berkaitan dengan kewajiban yg wajib ditunaikan setiap muslim, artinya apaapa kewajiban yg sifat nyafardu ‘ain maka mempelajari ilmu nya itu wajib.. maka mencari ilmu nya itu berhukum fardu ‘ain.. seperti shalat mencari ilmu nya  solat menguasai ilmu nya solat, agar kita melaksanakan solat dengan benar dengan baik..maka itu hukum nya fardu’ain
2.       Hukum mencari ilmu fardu kifayah artinya kalau ditunaikan sekelompok orang maka yg lain nya gugur.. seperti menguasai ilmu warisan atau menguasai ilmu kedokteran.. karena kita tidak boleh membiarkan umat ini tidak ada mengurusi, tidak ada yg mengobati kesehatan umat ini, harus diantara umat ini ada yg bisa menguasai ilmu warisan, ilmu hukum,   maka ini termasuk ilmu ilmu yg fardu kifayah..
3.       Ilmu yg hukumnya sunnah.. ilmu-ilmu yg menjadi pelengkap dalam upaya pengalaman ilmu agama kita,  seperti belajar ilmu nahwu sorof, belajar ilmu peradilan islam, belajar ilmu-ilmu yg berkaitan dengan kebutuhan umat ini sementara orang lain ada yg sudah menunaikannya,
kalau kita sudah mengetahui hukum mencari ilmu maka kita sekarang ini sudah bisa mengetahui kebutuhan diri kita  masing masing.. apa apa yg berkaitan dengan kewajiban yg sifat nya fardu ‘ain ini apa sudah kita laksankan belum? Kalau belum mari kita bersama sama mencari ilmu nya..
Keutamaan ilmu agama dan orang yg belajar ilmu agama
Kalau kita membaca alqur’an dan menggali hadits Rasulullah, serta pernyataan pernyataan para ulama ternyata banyak sekali yg mendorong kita yg menjelaskan tentang keutamaan mencari ilmu, ilmu agama..
Diantara nya dalam firman allah :
قُلْ هَلْ يَسْتَوِي الَّذِينَ يَعْلَمُونَ وَالَّذِينَ لَا يَعْلَمُونَ إِنَّمَا يَتَذَكَّرُ أُوْلُوا الْأَلْبَابِ
Qul hal yastawilladziina ya’lamuuna walladziina laa ya’lamuuna innamaa yatadzakkaru uulul albaab
Katakanlah (wahai Muhammad) apakah sama orang-orang yang mengetahui dan orang-orang yang tidak mengetahui. Sesungguhnya orang yang berakallah yang dapat menerima pelajaran. (QS Az Zumar: 9)
Disini tidak perlu dijawab, sangat jelas sekali berbeda antara orang yg mempunyai ilmu dengan orang yg tidak mempunyai ilmu agama.. berbeda sekali orang yg menguasai hukum hukum islam dengan orang yg tidak menguasai hukum hukum islam.. didalam ttingkah lakunya, didalam perangai nya didalam ucapan nya.. seluruh tingkah lakunya sangat berbeda jauh..
Di dalam firman allah yg lainnya, allah membanding kan antara orang yg memahami ilmu dengan orang yang tidak memahami ilmu..
“adakah sama orang yg sekarang berjalan dengan merangkak, sama dengan orang yg berjalan tegak”
Artinya disini orang yg tidak menguasai ilmu agama,  sama dengan menjalani kehidupan ini dengan merangkak, susah nyampe nya lama nyampe nya, lambat.. orang yg tidak mempunyai ilmu ini hidup serba lambat, hidup serba susah karena tidak mempunyai petunjuk. Beda dengan yg orang yg berjalan tegak, berjalan normal.. hidup didasari dengan ilmu dikuati dengan ilmu.. memiliki ilmu jelas berbeda sekali.. berjalan tegak tau rambu tau arah normal. Ini orang yg tau ilmu agama,. Artinya orang yg menguasai ilmu agama tau mana halal haram mana ma’ruf dan munkar tau bisa membedakan mana yg baik dan mana yg buruk.. ini orang yg ngerti agama seperti layak nya orang berjalan tegak..
Dalam firman allah
إِنَّمَا يَخْشَى اللَّهَ مِنْ عِبَادِهِ الْعُلَمَاء
Innamaa yakhsya allah min ‘ibaadihil ‘ulamaau
“Sesungguhnya yang takut kepada Allah di antara hamba-hamba-Nya, hanyalah ulama. (Al Fathir: 28)”
Artinya bila kita ingin menumbuhkan khosiah atau rasa takut kepada allah itu adalah dengan memperkaya ilmu, atau memperbanyak ilmu.. ini suatu hal yg logis karena orang yg paling tau dengan ilmu agama hukum agama adalah ulama. Bagaimana kita bisa takut kepada Allah, kepada larangan Allah sementara kita saja tidak tau hukum-hukum ilmu-ilmu dalam agama.. apa yg harus kita takuti ?
Maka dari itu yu kita belajar bersama .. mencari ilmu bersama..
Dalam hadits rasul
بَلِّغُوا عَنِّى وَلَوْ آيَةً
Ballighuu ‘annii walau aayat
Maksudnya: “Sampaikan dari ku walaupun sepotong ayat."
Bahwa orang yg memiliki ilmu memiliki suatu kewajiban menyampaikan ilmu nya..
juga didalam hadits rasul yg menunjukan keutamaan ilmu
مَنْ سَلَكَ طَرِيقًا يَلْتَمِسُ فِيهِ عِلْمًا سَهَّلَ اللَّهُ لَهُ طَرِيقًا إِلَى الْجَنَّةِ
Man salaka thoriikon yaltamisu fiihi ‘ilman sahhala allah lahu thoriikon ilaljannati
“Barangsiapa yang menempuh suatu jalan untuk mencari ilmu, maka Allah memudahkan untuknya jalan menuju Surga.”
Maka bisa disimpulkan bahwa jalan ilmu adalah jalan surga.,, siapa yg ingin tau jalan nya surga itulah jalan nya ilmu..
Diantara yg akan bertahan nanti dan akan diambil manfaat di dunia untuk di akherat adalah ilmu..
Sebagaimana dalam hadits Rasulullah..
إِذَا مَاتَ الْإِنْسَانُ انْقَطَعَ عَمَلُهُ إِلَّا مِنْ ثَلَاثَةٍ مِنْ صَدَقَةٍ جَارِيَةٍ وَعِلْمٍ يُنْتَفَعُ بِهِ وَوَلَدٍ صَالِحٍ يَدْعُو لَهُ
Idzaa maatal insaanu ingqoto’a ‘amallahu illaa min tsalaatsatim min shodaqotinn jaariyatinn wa ‘ilmin yuntafa’ubihi wa awwaladin shoolihin yad’uulahu
“Jika seseorang meninggal dunia, maka terputuslah amalannya kecuali tiga perkara (yaitu): sedekah jariyah, ilmu yang dimanfaatkan, atau do’a anak yang sholeh yg selalu memndoakan kepada orangtuanya ” (HR. Muslim no. 1631)
Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:
إن الْعُلُمَاءُ وَرَثَةُ اْلأَنْبِيَاءِ، إِنَّ اْلأَنْبِياَءَ لَمْ يُوَرِّثُوْا دِيْناَرًا وَلاَ دِرْهَماً إِنَّمَا وَرَّثُوْا الْعِلْمَ فَمَنْ أَخَذَ بِهِ فَقَدْ أَخَذَ بِحَظٍّ وَافِرٍ
“Sesungguhnya ulama adalah pewaris para nabi. Sungguh para nabi tidak mewariskan dinar dan dirham. Sungguh mereka hanya mewariskan ilmu maka barangsiapa mengambil warisan tersebut ia telah mengambil bagian yang banyak.” (Hadits ini diriwayatkan Al-Imam At-Tirmidzi)
Jadi kalau kita ingin mendapatkan bagian harta warisan Rasulullah saw. dan para nabi itulah ilmu.. siapa yg sekarang telah memperbanyak ilmu nya maka ia telah mengambil harta warisan peninggalan Rasulullah. Saw. maka ambil lah sebanyak banyak nya kalau kita ingin banyak mengambil warisan itu.
Sekarang cara kita mencari ilmu.. mencari ilmu tidak ada batas nya tidak umurnya, tidak ada batasan umur, bahkan didalam pernyataan-pernyataan para ulama bahkan realita-realita para ulama.. mereka mencari ilmu sampai meninggal dunia, kalau melihat sejarah-sejarah dulu mencari ilmu dari kecil sampai tua beliau selalu bersama ilmu meninggal bersma ilmu.
Akan tetapi disini ilmu yg paling baik dicari adalah pada saat kita kecil, karena anak kecil itu pikiran nya masih bersih, masih suci, jadi wajar saja bila banyak ilmu yg dapat diserap pada waktu itu.
Bahkan Hasan Al-basri mengatakan “mencari ilmu dimasa kecil itu seperti mengukir diatas batu”.
Juga diantara ulama ilmu adalah binatang buruan dan tulisan adalah talinya... maka ikatlah binatang buruanmu dengan tali yg kokoh.. maka betapa sayang nya kalau kita berburu terus melepaskannya begitu saja..
Ini pentingnya kita menulis, menyiapkan kertas, pulpen tatkala kita belajar dan sambil menghafalkannya juga..
Ada pesan dari Lukman al hakim untuk anak nya dan mungkin cocok juga untuk kita.. ia berpesan kepada anaknya “wahai anakku, bersandinglah kamu dengan ulama, dan temukan lututmu dengan lutut nya. Sesungguhnya Allah menghidupkan hati dengan ilmu, sebagaimana Allah menghidupkan bumi ini yang mati dengan air hujan yang turun dari langit”
Dan juga pesan beliau “wahai anakku, janganlah kamu belajar untuk bisa menyaingi ulama, dan untuk bisa sombong didepan orang awam, dan bisa tampil di majelis-majelis,” beliau juga berpesan “wahai anakku, pilihlah majelis taklim, dan kalau kamu melihat suatu kaum berdzikir kepada Allah duduk-duduk di majelis taklim, maka hadirilah. Dan kalau kamu tau kalau kamu mengerti dia akan mengambil ilmumu, dan kalau kamu tidak mengerti mereka akan mengajari kamu”
Itulah pesan-pesan hikmah dari Lukman al hakim kepada anaknya, orang yang dikenal sangat bijaksana..
Tidak ada salah nya, bahkan menjadi suatu kecerdikan tatkala ada suatu hikmah maka ia berusaha untuk mengambilnya..
Perjalanan Ulama Dalam Mencari Ilmu
Penderitaan, sakitnya para ulama dalam mencari ilmu, ada cerita yang sangat menarik dan menakjubkan dari perjalanan Jabir bin Abdullah R.A sahabat rasul.. ke negeri syam jaraknya satu bulan hanya untuk mendengarkan satu hadits dari abdullah ibnu unaisy yang bunyi nya
"Manusia nanti akan dikumpulkan dihari kiamat didalam keadaan tidak beralas kaki, telanjang dan tidak dikhitan”
Juga ada cerita dari Abu ayub al anshori. Beliau harus berjalan dari madinah untuk menemui ukbah bin amir di mesir, hanya untuk mendengarkan satu hadits, yg berbunyi
Barangsiapa yang menutupi aib seorang muslim maka ia akanditutup aibnya di hari kiamat
Jangan dikira perjalanan itu bisa ditempuh dengan pesawat, kapal laut, mobil, bis, atau sepeda, kendaran paling banter disaat itu adalah unta dan kuda.. itulah contoh bagaimana pentingnya ilmu..
Makanya disayangkan bila ada majelis yg dekat saja kita malas untuk datang bahkan diatas meja saja bila ada ilmu kita selalu malas untuk membaca nya..
Masih banyak lagi kisah sahabat sahabat nabi, semangat para ulama dalam mencari ilmu dengan mengorbankan harta, waktu dan tenaga nya itu bena-benar..
Maka tidak aneh karena hasil itu berdasarkan usaha.. bila usaha nya serius maka hasilnya memuaskan.. maka tidak aneh imam ahmad ibnu hanbal hafal satu juta hadits.. dan juga bahwa ahli-ahli hadits menulis hadits atau membukukan hadits dari abu daud sekitar 40.000 hadits, sementara ditangan abu daud tidak ada kitab atau tulisan secuil pun untuk menulis hadits, artinya beliau abu daud meriwayatkan hadits memang diluar kepala dan lepas dari hafalan-hafalannya. Abu zur’ah arroji mengatakan saya hafal 200.000 hadits seperti mereka menghafal surat al-ikhlas..
Maka sekarang sudah bukan waktunya lagi untuk bermalas-malasan mencari ilmu, mempelajari ilmu agama.. mari kita tingkatkan semangat mencari ilmu, yg sudah ada pertahankan yg belum datang ajak lagi.  

Subhanakallahummawabihamdikaasyhaduallailahaillaantaastagfirukawa’atubuilaik
Read more...

Selasa, 14 Mei 2013

Do'a Kesejahteraan

0 komentar


بِسْــــــــــــــــمِ اﷲِالرَّحْمَنِ اارَّحِيم


اَللّٰهُمَّ اِنَّانَسْئَلُكَ سَلَامَةًفِى الدِّيْنِ، وَعَافِيَةًفِى الْجَسَدِوَزِيَادَةًفِى الْعِلْمِ وَبَرَكَةًفِى الرِّزْقِ وَتَوْبَةَقَبْلَ الْمَوْتِ وَرَحْمَةًعِنْدَالْمَوْتِ وَمَغْفِرَةًبَعْدَالْمَوْتِ،اَللّٰهُمَّ هَوِّنْ عَلَيْنَا فِيْ سَكَرَاتِ الْمَوْتِ، وَنَجَاةًمِنَ النَّارِوَالْعَفْوَعِنْدَالْحِسَابِ


ALLAHUMMA INNA NAS-ALUKA SALAMATAN FIDDINII WA'AFIATAN FILJASADI WAZIYADATAN FIL'ILMI WABAROKATAN FIRRIZKI WATAUBATAN QABLALMAUTI WARAHMATAN 'INDALMAUTI WAMAGFIRATAN BA'DAL MAUTI, ALLAHUMMA HAWWIN 'ALAINA FISAKARAATIL MAUTI, WANAJAATAN MINANNAARI WAL AFWA INDAL HISAABI

Ya Allah, sesungguhnya kami memohon kepada engkau akan keselamatan Agama dan sehat badan, dan tambahnya ilmu pengetahuan, dan keberkahan dalam rizki dan diampuni sebelum mati, dan mendapat rahmat waktu mati dan mendapat pengampunan sesudah mati.
Ya Allah, mudahkan bagi kami waktu (sekarat) menghadapi mati, dan selamatkan dari siksa neraka, dan pengampunan waktu hisab.
Read more...

Senin, 06 Mei 2013

Sholawat Nariyah / Munfarijah

0 komentar

Sholawat Nariyah / Munfarijah :

أللّهُمَّ صَلِّ صَلَاةً كَامِلَةً وَسَلِّمْ سَلَامًا تَامًّا عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدِ الّذِي تَنْحَلُّ بِهِ الْعُقَد وَتَنْفَرِجُ بِهِ الْكُرَبُ وَتُقْضَى بِهِ الْحَوَائِجُ وَتُنَالُ بِهِ الرَّغَائِبُ وَحُسْنُ الْخَوَاتِمِ وَيُسْتَسْقَى الْغَمَامُ بِوَجْهِهِ الْكَرِيْمِ وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ فِيْ كُلِّ لَمْحَةٍ وَنَفَسٍ بِعَدَدِ كُلِّ مَعْلُوْمٍ لَكَ


“Ya Allah, semoga Engkau mencurahkan rahmat yang sempurna dan keselamatan yang sempurna atas Nabi Muhammad SAW, yang menjadi sebab terlepasnya kerumitan dan hilangnya kesusahan, terpenuhinya segala hajat, dan tercapai segala yang disukai serta husnul-khatimah, dan turunnya hujan dari awan, berkat keagungan dan kemuliaan Nabi Muhammad SAW dan kepada para keluarga dan para sahabatnya pada setiap mata melirik dan jiwa bernafas, sejumlah setiap yang Engkau ketahui.”
Read more...

Kamis, 18 April 2013

Kebahagiaan Dalam Islam

0 komentar


Kondisi senantiasa bahagia dalam situasi apa pun, inilah. yang senantiasa dikejar oleh manusia. Manusia ingin hidup bahagia. Hidup tenang, tenteram, damai, dan sejahtera. Sebagian orang mengejar kebahagiaan dengan bekerja keras untuk menghimpun harta. Dia menyangka bahwa pada harta yang berlimpah itu terdapat kebahagaiaan. Ada yang mengejar kebahagiaan pada tahta, pada kekuasaan. Beragam cara dia lakukan untuk merebut kekuasaan. Sehab menurtnya kekuasaan identik dengan kebahagiaan dan kenikmatan dalam kehidupan. Dengan kekuasaan sesrorang dapat berbuat banyak. Orang sakit menyangka, bahagia terletak pada kesehatan. Orang miskin menyangka, bahagia terletak pada harta kekayaan. Rakyat jelata menyangka kebahagiaan terletak pada kekuasaan. Dan sangkaan-sangkaan lain. 

Lantas apakah yang disebut"bahagia' (sa'adah/happiness)? 

Selama ribuan tahun, para pemikir telah sibuk membincangkan tentang kebahagiaan. Kebahagiaan adalah sesuatu yang ada di luar manusia, dan bersitat kondisional. Kebahagiaan bersifat sangat temporal. Jika dia sedang berjaya, maka di situ ada kebahagiaan. Jika sedang jatuh, maka hilanglah kebahagiaan. Maka. menurut pandangan ini tidak ada kebahagiaan yang abadi dalam jiwa manusia. Kebahagiaan itu sifatnya sesaat, tergantung kondisi eksternal manusia. Inilah gambaran kondisi kejiwaan masyarakat Barat sebagai: "Mereka senantiasa dalam keadaan mencari dan mengejar kebahagiaan, tanpa merasa puas dan menetap dalam suatu keadaan. 

Islam menyatakan bahwa "Kesejahteraan' dan "kebahagiaan" itu bukan merujuk kepada sifat badani dan jasmani insan, bukan kepada diri hayawani sifat basyari; dan bukan pula dia suatu keadaan hayali insan yang hanva dapat dinikmati dalam alam fikiran belaka. 

Keselahteraan dan kebahagiaan itu merujuk kepada keyakinan diri akan hakikat terakhir yang mutlak yang dicari-cari itu — yakni: keyakinan akan Hak Ta'ala — dan penuaian amalan yang dikerjakan oleh diri berdasarkan keyakinan itu dan menuruti titah batinnya.' 

Jadi, kebahagiaan adalah kondisi hati yang dipenuhi dengan keyakinan (iman) dan berperilaku sesuai dengan keyakinannya itu. Bilal bin Rabah merasa bahagia dapat mempertahankan keimanannya meskipun dalam kondisi disiksa. Imam Abu Hanifah merasa bahagia meskipun harus dijebloskan ke penjara dan dicambuk setiap hari, karena menolak diangkat menjadi hakim negara. Para sahabat nabi, rela meninggalkan kampung halamannya demi mempertahankan iman. Mereka bahagia. Hidup dengan keyakinan dan menjalankan keyakinan. 



Dan apa saja yang diberikan kepada kamu, maka itu adalah kenikmatan hidup duniawi dan perhiasannva. Sedang apa yang di sisi Allah adalah lebih baik dan lebih kekal. Apakah kamu tidak memahaminya? 

Menurut al-Ghazali, puncak kebahagiaan pada manusia adalah jika dia berhasil mencapai ma'rifatullah", telah mengenal Allah SWT. Selanjutnya, al-Ghazali menyatakan: 

"Ketahuilah bahagia tiap-tiap sesuatu bila kita rasakan nikmat, kesenangan dan kelezatannya mara rasa itu ialah menurut perasaan masing-masing. Maka kelezatan (mata) ialah melihat rupa yang indah, kenikmatan telinga mendengar suara yang merdu, demikian pula segala anggota yang lain dan tubuh manusia. 

Ada pun kelezatan hati ialah ma'rifat kepada Allah, karena hati dijadikan tidak lain untuk mengingat Tuhan. Seorang rakyat jelata akan sangat gembira kalau dia dapat herkenalan dengan seorang pajabat tinggi atau menteri; kegembiraan itu naik berlipat-ganda kalau dia dapat berkenalan yang lebih tinggi lagi misalnya raja atau presiden. 

Maka tentu saja berkenalan dengan Allah, adalah puncak dari segala macam kegembiraan. Lebih dari apa yang dapat dibayangkan oleh manusia, sebab tidak ada yang lebih tinggi dari kemuliaan Allah. Dan oleh sebab itu tidak ada ma'rifat yang lebih lezat daripada ma'rifatullah. 

Ma'rifalullah adalah buah dari ilmu. Ilmu yang mampu mengantarkan manusia kepada keyakinan. bahwa tiada Tuhan selain Allah" (Laa ilaaha illallah). Untuk itulah, untuk dapat meraih kebahagiaan yang abadi, manusia wajib mengenal Allah. Caranya, dengan mengenal ayat-ayat-Nya, baik ayat kauniyah maupun ayat qauliyah. 

Banyak sekali ayat-ayat al-Quran yang memerintahkan manusia memperhatikan dan memikirkan tentang fenomana alam semesta, termasuk memikirkan dirinya sendiri. 

Disamping ayat-ayat kauniyah. Allah SWT juga menurunkan ayat-ayat qauliyah, berupa wahyu verbal kepada utusan-Nya yang terakhir, yaitu Nabi Muhammad saw. Karena itu, dalam QS Ali Imran 18-19, disebutkan, bahwa orang-orang yang berilmu adalah orang-orang yang bersaksi bahwa "Tiada tuhan selain Allah", dan bersakssi bahwa "Sesungguhnya ad-Din dalam pandangan Allah SWT adalah Islam."

Inilah yang disebut ilmu yang mengantarkan kepada peradaban dan kebahagiaan. Setiap lembaga pendidikan. khususnya lembaga pendidikan Islam. harus mampu mengantarkan sivitas akademika-nya menuju kepada tangga kebahagiaan yang hakiki dan abadi. Kebahagiaan yang sejati adalah yang terkait antara dunia dan akhirat.

Kriteria inilah yang harusnya dijadikan indikator utama, apakah suatu program pendidikan (ta'dib) berhasil atau tidak. Keberhasilan pendidikan dalam Islam bukan diukur dari berapa mahalnya uang hayaran sekolah; berapa banyak yang diterima di Perguruan Tinggi Negeri dan sebagainya. Tetapi apakah pendidikan itu mampu melahirkan manusia-manusia yang beradab yang mengenal Tuhannya dan beribadah kepada Penciptanya.

Manusia-manusia yang berilmu seperti inilah yang hidupnya hahagia dalam keimanan dan keyakinan: yang hidupnya tidak terombang-ambing oleh keadaan. Dalam kondisi apa pun hidupnya bahagia, karena dia mengenal Allah, ridha dengan keputusanNya dan berusaha menyelaraskan hidupnya dengan segala macam peraturan Allah yang diturunkan melalui utusan-Nya.

Karena itu kita paham, betapa berbahayanya paham relativisme kebenaran yang ditaburkan oleh kaum liberal. Sebab, paham ini menggerus keyakinan seseorang akan kebenaran. Keyakinan dan iman adalah harta yang sangat mahal dalam hidup. Dengan keyakinan itulah, kata Igbal, seorang Ibrahim a.s. rela menceburkan dirinya ke dalam api. Penyair besar Pakistan ini lalu bertutur hilangnya keyakinan dalam diri seseorang. lebih buruk dari suatu perbudakan.

Sebagai orang Muslim, kita tentu mendambakan hidup bahagia semacarn itu; hidup dalam keyakinan: mulai dengan mengenal Allah dan ridha, menerima keputusan-keputusan-Nva, serta ikhlas menjalankan aturan-aturan-Nya. Kita mendambakan diri kita merasa bahagia dalam menjalankan shalat, kita bahagia menunaikan zakat, kita bahagia bersedekah, kita bahagia menolong orang lain, dan kita pun bahagia menjalankan tugas amar ma'ruf nahi munkar.

Dalam kondisi apa pun. maka "senangkanlah hatimu!" Jangan pernah bersedih.

"Kalau engkau kaya. senangkanlah hatimu! Karena di hadapanmu terbentang kesempatan untuk mengerjakan yang sulit-sulit melalui hartamu.

"Dan jika engkau fakir miskin, senangkan pulalah hatimu! Karena engkau telah terlepas dari suatu penyakit jiwa, penyakit kesombongan yang sering menimpa orang-orang kaya. Senangkanlah hatimu karena tak ada orang yang akan hasad dan dengki kepadamu lagi, lantaran kemiskinanmu..."

"Kalau engkau dilupakan orang, kurang masyhur, senangkan pulalah hatimu! Karena lidah tidak banyak yang mencelamu, mulut tak banyak mencacimu..." Mudah-mudahan. Allah mengaruniai kita ilmu yang mengantarkan kita pada sebuah keyakinan dan kebahagiaan abadi, dunia dan akhirat. Amin.
Read more...

Kamis, 11 April 2013

Cinta Dalam Islam

2 komentar


Cinta merupakan hal yang mendasar dalam hidup ini, terkadang cinta membawa bahagia bagi manusia, dan dapat pula berubah menjadi prahara. Cinta adalah instrumen untuk mencapai tujuan, pada dasarnya cinta adalah netral, tetapi terpulang siapakah yang mengemudi cinta itu sendiri, jiwa nafsu syahwat yang mendominasi maka wajarlah cinta itu akan berakhir dengan kebinasaan, tetapi ketika cinta yang bertaburan dengan bunga iman kepada Allah maka cinta adalah pengikat antara manusia dengan tuhannya, sehingga akan menjadikan dia ikhlas beribadah.

Menurut id.wikipedia.org Cinta itu adalah sebuah perasaan yang ingin membagi bersama atau sebuah perasaan kasih sayang terhadap seseorang. Pendapat lainnya, cinta adalah sebuah aksi/kegiatan aktif yang dilakukan manusia terhadap objek lain, berupa pengorbanan diri, empati, perhatian, memberikan kasih sayang, membantu, menuruti perkataan, mengikuti, patuh, dan mau melakukan apapun yang diinginkan objek tersebut.
Ibnul Qayyim pun juga pernah mengatakan bahwa :
“Cinta tidak bisa didefinisikan dengan jelas, bahkan bila didefinisikan tidak menghasilkan (sesuatu) melainkan menambah kabur dan tidak jelas, (berarti) definisinya adalah adanya cinta itu sendiri”.
Pada hakekatnya Cinta itu adalah sebuah amalan hati yang akan terwujud dalam (amalan) lahiriah. Apabila cinta tersebut sesuai dengan apa yang diridhai Allah SWT, maka ia akan menjadi ibadah. Dan apabila sebaliknya, jika cinta itu tidak sesuai dengan ridha Allah SWT maka akan menjadi perbuatan maksiat (seperti yang terjadi pada zaman sekarang ini). Berarti jelas bahwa cinta adalah ibadah hati yang bila keliru menempatkannya akan menjatuhkan kita ke dalam sesuatu yang dimurkai Allah yaitu kesyirikan.Islam menyeru kepada cinta, yaitu cinta kepada Allah, cinta kepada Rasulullah, cinta kepada Agama, cinta kepada aqidah, juga cinta kepada sesama makhluk, sebagaimana Allah menjadikan perasaan cinta antara suami istri sebagai sebagian tanda dan bukti kekuasaan-Nya, firman Allah SWT:
“Dan di antara tanda-tanda kekuasaan-Nya ialah Dia menciptakan untukmu istri-istri dari jenismu sendiri, supaya kamu cenderung dan merasa tenteram kepadanya, dan dijadikan-Nya di antaramu rasa kasih dan sayang. Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda-tanda bagi kaum yang berfikir (QS. Ar-Ruum: 21)”.

Cinta Menurut Al Qur’an :
  1. CINTA MAWADDAH adalah jenis cinta mengebu-gebu, membara dan “nggemesi”. Orang yang memiliki cinta jenis mawaddah, maunya selalu berdua, enggan berpisah dan selalu ingin memuaskan dahaga cintanya. Ia ingin memonopoli cintanya, dan hampir tak bisa berfikir lain.
  2. CINTA RAHMAH adalah jenis cinta yang penuh kasih sayang, lembut, siap berkorban, dan siap melindungi. Orang yang memiliki cinta jenis rahmah ini lebih memperhatikan orang yang dicintainya dibanding terhadap diri sendiri. Baginya yang penting adalah kebahagiaan sang kekasih walaupun ia harus menderita. Ia sangat memaklumi kekurangan kekasihnya dan selalu memaafkan kesalahan kekasihnya. Termasuk dalam cinta rahmah adalah cinta antara orang yang bertalian darah, terutama cinta orang tua terhadap anaknya, dan sebaliknya. Dari itu maka dalam al Qur’an , kerabat disebut al arham, dzawi al arham , yakni orang-orang yang memiliki hubungan kasih sayang secara fitri, yang berasal dari garba kasih sayang ibu, disebut rahim (dari kata rahmah). Sejak janin seorang anak sudah diliputi oleh suasana psikologis kasih sayang dalam satu ruang yang disebut rahim. Selanjutnya diantara orang-orang yang memiliki hubungan darah dianjurkan untuk selalu ber silaturrahim ertinya menyambung tali kasih sayang. Suami isteri yang diikat oleh cinta mawaddah dan rahmah sekaligus biasanya saling setia lahir batin-dunia akhirat.
  3. CINTA MAIL adalah jenis cinta yang untuk sementara sangat membara, sehingga menyedut seluruh perhatian hingga hal-hal lain cenderung kurang diperhatikan. Cinta jenis mail ini dalam al Qur’an disebut dalam konteks orang poligami dimana ketika sedang jatuh cinta kepada yang muda (an tamilu kulla al mail), cenderung mengabaikan kepada yang lama.
  4. CINTA SYAGHAF adalah cinta yang sangat mendalam, alami, orisinil dan memabukkan. Orang yang terserang cinta jenis syaghaf (qad syaghafaha hubba) boleh jadi seperti orang gila, lupa diri dan hampir-hampir tak menyedari apa yang dilakukan. Al Qur’an menggunakan term syaghaf ketika mengkisahkan bagaimana cintanya Zulaikha, isteri pembesar Mesir kepada bujangnya, Yusuf.
  5. CINTA RA’FAH yaitu rasa kasih yang dalam hingga mengalahkan norma-norma kebenaran, misalnya kasihan kepada anak sehingga tidak sanggup membangunkannya untuk sholat, membelanya meskipun salah. Al Qur’an menyebut istilah ini ketika mengingatkan agar janganlah cinta ra`fah menyebabkan orang tidak menegakkan hukum Allah, dalam hal ini hukuman bagi penzina (Q/24:2).
  6. CINTA SHOBWAH yaitu cinta buta, cinta yang mendorong kelakuan yang menyimpang tanpa sanggup mengelak. Al Qur’an menyebut istilah ini ketika mengisahkan bagaimana Nabi Yusuf berdoa agar dipisahkan dengan Zulaiha yang setiap hari menggodanya (mohon dimasukkan penjara saja), sebab jika tidak, lama kelamaan Yusuf tergelincir juga dalam perbuatan bodoh, “wa illa tashrif `anni kaidahunna ashbu ilaihinna wa akun min al jahilin (Q/12:33)”.
  7. CINTA SYAUQ (RINDU), istilah ini bukan dari Al Qur’an tetapi dari hadis yang menafsirkan Al Qur’an. Dalam surat Al `Ankabut ayat 5 dikatakan bahwa barangsiapa rindu berjumpa Allah pasti waktunya akan tiba. Kalimat kerinduan ini kemudian diungkapkan dalam doa ma’tsur dari hadis riwayat Ahmad : ”wa as’aluka ladzzata an nadzori ila wajhika wa as syauqa ila liqa’ika, aku mohon dapat merasakan nikmatnya memandang wajah Mu dan nikmatnya kerinduan untuk berjumpa dengan Mu”. Menurut Ibn al Qayyim al Jauzi dalam kitab “Raudlat al Muhibbin wa Nuzhat al Musytaqin”, Syauq (rindu) adalah pengembaraan hati kepada sang kekasih (safar al qalb ila al mahbub), dan kobaran cinta yang apinya berada di dalam hati sang pecinta, (hurqat al mahabbah wa il tihab naruha fi qalb al muhibbi).
  8. CINTA KULFAH yakni perasaan cinta yang disertai kesadaran mendidik kepada hal-hal yang positif meski sulit, seperti orang tua yang menyuruh anaknya menyapu, membersihkan kamar sendiri, meski ada pembantu. Jenis cinta ini disebut Al Qur’an ketika menyatakan bahwa Allah tidak membebani seseorang kecuali sesuai dengan kemampuannya, “la yukallifullah nafsan illa wus`aha (Q/2:286)”.
Cinta Sejati Menurut Islam :
  1. Tidak rela yang dicintai menderita
  2. Rela berkorban apapun demi yang dicintai
  3. Memenuhi segala keinginan dari yang dicintai
  4. Tidak pernah memaksakan kehendak kepada yang dicintai
  5. Berlaku sepanjang masa. Cinta tersebut hanya ada antara Khalik dan Makhluk, cinta antara makhluk harus ditambah syarat-syarat berikut:
  • Cintanya tersebut karena Allah S.W T.
  • Harus memenuhi segala aturan yang dibuat oleh Allah SWT.
  • Sex bukanlah cinta dan cinta bukanlah sex, tetapi sex adalah bunga-bunga dari cinta dan hanya ada dalam pernikahan dan hanya dengan yang dinikahi
  • Cinta bukan uang atau harta atau duniawi, tetapi cinta membutuhkan uang, harta dan duniawi.
Begitu indahnya cinta Islam, cinta untuk Allah, cinta untuk Rasulullah, cinta untuk orang yang melahirkan kita, cinta untuk orang tua kita, cinta untuk sahabat kita, cinta untuk orang di sekitar kita, cinta untuk orang yang akan mendampingi kita nantinya, dan tentunya cinta untuk semua makhluk-makhlukNya. 
Namun pada zaman sekarang dan situasi kondisi saat ini, cinta yang lahir cenderung penuh dengan hawa nafsu, nafsu yang menggebu-gebu dan menyimpang dari norma-norma agama dan apa yang telah diperintahkan Allah SWT, serta menyimpang dari sebuah tujuan murni cinta itu yang sebenarnya. Setiap saat, setiap hari kita terutama pada kalangan muda bahakan anak-anak pun dibuai dengan lagu-lagu cinta, dibuat terlena dengan tontonan kisah cinta (sinetron, film) yang menghanyutkan kita ke dalam dunia khayal yang merugikan. Bahkan sekarang ini banyak orang yang menyalahartikan makna dan arti dari apa cinta itu sebenarnya, sehingga mereka terdorong melewati batas pergaulan dan tatasusila seorang mukmin.

Maka daripada itu, renungkanlah sejenak kawan hakikat sebuah kehidupan kita di dunia ini. Rasullulah SAW bersabda:
“Tidak sempurna iman salah seorang dari kamu sehingga ia mencintai saudaranya seperti ia mencintai diri sendiri.” Juga sabda Rasulullah, “Barang siapa ingin mendapatkan manisnya iman, maka hendaklah ia mencintai orang lain karena Allah.” (HR Hakim dari Abu Hurairah)”.
Read more...