Tampilkan postingan dengan label Kumpulan Ceramah. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Kumpulan Ceramah. Tampilkan semua postingan

Rabu, 15 Mei 2013

Keutamaan Ilmu Agama Islam

0 komentar

Menuntut atau Mempelejari Ilmu Agama merupakan bagian dari ibadah, dimana setiap muslim diperintahkan untuk mempelajarinya, masing-masing sesuai kemampuan yang Allah berikan padanya.
Sebelum kita melanjutkan pembahasan tentang Keutamaan Menuntut/Mempelajari Ilmu Agama ini, ada baiknya kita melihat dulu postingan kami yang dulu yaituKeutamaan Mempelajari Fiqih dan Ilmu Agama dan Menyebarkan Ilmu Agama dan Keutamaannya, karena kedua artikel tersebut sangat erat kaitan nya dengan apa yg akan kita bahas sekarang ini.

Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam bersabda (artinya) :
“Menuntut ilmu merupakan kewajiban bagi setiap muslim.” (Hadits sahih, diriwayatkan dari beberapa sahabat diantaranya : Anas bin Malik, Ibnu Abbas, Ibnu Umar, Ali bin Abi Thalib, dan Abu Sa’id Al-Khudri Radhiyallahu Anhum.
Lihat : Sahih al-jami : 3913)


Disamping hukum wajibnya menuntut ilmu syar’i, Allah Ta’ala dan Rasul-Nya banyak sekali menyebutkan tentang keutamaan menuntut ilmu, yang seharusnya sebagai seorang muslim, menjadikan dalil-dalil tersebut sebagai penyemangat lalu berusaha mengisi waktu-waktunya dengan mempelajari kitabullah dan hadits-hadits Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam. Sebab hal itu akan menjadi pedoman hidup seorang hamba yang mengharapkan hidayah dan kebahagiaan di dunia dan akhirat.
Dari Mu’awiyah bin Abi Sufyan radhiyallahu ‘anhu dia berkata :

Aku mendengar Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, (artinya) :
"Barangsiapa yang Allah kehendaki baginya kebaikan maka Dia akan memahamkan baginya agama (Islam).” [1]

Hadits yang mulia ini menunjukkan agungnya kedudukan ilmu agama dan keutamaan yang besar bagi orang yang mempelajarinya, sehingga Imam an-Nawawi dalam kitabnya Riyadhush Shalihin [2], pada pembahasan “Keutamaan Ilmu”mencantumkan hadits ini sebagai hadits yang pertama.
Imam An-Nawawi berkata : “Hadits ini menunjukkan keutamaan ilmu (agama) dan keutamaan mempelajarinya, serta anjuran untuk menuntut ilmu.” [3]

Imam Ibnu Hajar al-’Asqalaani berkata : “Dalam hadits ini terdapat keterangan yang jelas tentang keutamaan orang-orang yang berilmu di atas semua manusia, dan keutamaan mempelajari ilmu agama di atas ilmu-ilmu lainnya.” [4].

Mutiara hikmah yang dapat kita petik dari hadits ini adalah :
1. Ilmu yang disebutkan keutamaannya dan dipuji oleh Allah Ta’ala dan Rasul-Nya adalah ilmu agama. [5]

2. Salah satu ciri utama orang yang akan mendapatkan taufik dan kebaikan dari Allah Ta’ala adalah dengan orang tersebut berusaha mempelajari dan memahami petunjuk Allah Ta’ala dan Rasul-Nya shallallahu ‘alaihi wa sallam dalam agama Islam. [6]

3. Orang yang tidak memiliki keinginan untuk mempelajari ilmu agama akan terhalangi untuk mendapatkan kebaikan dari Allah Ta’ala. [7]

4. Yang dimaksud dengan pemahaman agama dalam hadits ini adalah ilmu/pengetahuan tentang hukum-hukum agama yang mewariskan amalan shaleh, karena ilmu yang tidak dibarengi dengan amalan shaleh bukanlah merupakan ciri kebaikan. [8]

5. Memahami petunjuk Allah Ta’ala dan Rasul-Nya shallallahu ‘alaihi wa sallam dengan benar merupakan penuntun bagi manusia untuk mencapai derajat takwa kepada Allah Ta’ala. [9]

6. Pemahaman yang benar tentang agama Islam hanyalah bersumber dari Allah semata, oleh karena itu hendaknya seorang muslim disamping giat menuntut ilmu, selalu berdoa dan meminta pertolongan kepada Allah Ta’ala agar dianugerahkan pemahaman yang benar dalam agama. [10]


Berikut ini kami menyebutkan beberapa Keutamaan ilmu yang disebutkan didalam Al-qur’an dan As-Sunnah :

1. Ilmu adalah cahaya.
Allah Ta’ala berfirman (artinya) :
“Sesungguhnya telah datang kepadamu cahaya dari Allah, dan Kitab yang menerangkan. Dengan kitab itulah Allah menunjuki orang-orang yang mengikuti keridhaan-Nya ke jalan keselamatan, dan Allah mengeluarkan mereka dari gelap gulita kepada cahaya yang terang benderang dengan seizin-Nya, dan menunjuki mereka ke jalan yang lurus.” (QS. Al-Maidah : 5-6)

Kedua ayat ini menunjukkan tentang keutamaan ilmu, yang disifatkan sebagai cahaya yang membimbing siapa saja yang mengikuti keridhaan-Nya menuju jalan-jalan keselamatan, berupa jalan yang menyelamatkan seorang hamba dari penyimpangan dan kesesatan, dan mengantarkan seorang hamba menuju keselamatan dunia dan akhirat, mengeluarkan mereka dari kegelapan, kegelapan syirik, bid’ah, kemaksiatan dan kejahilan, menuju kepada cahaya tauhid, ilmu, hidayah, ketaatan dan seluruh kebaikan.
Oleh karenanya, jika seseorang lebih condong mengikuti hawa nafsunya, gemar melakukan kemaksiatan, yang menyebabkan hatinya menjadi gelap, maka ilmu akan sulit menempati hati yang gelap tersebut, sulit menghafal ayat-ayat Allah dan men-tadabburi-nya, sulit menghafal hadits-hadits Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam, memahami dan mengaplikasikan dalam kehidupannya, sebab tidak akan mungkin berkumpul dalam satu hati antara kegelapan maksiat dengan cahaya ilmu.

2. Ilmu merupakan tanda kebaikan seorang hamba
Ketika seorang hamba diberi kemudahan untuk memahami dan mempelajari ilmu syar’i, itu menunjukkan bahwa Allah menghendaki kebaikan bagi hamba tersebut, dan membimbingnya menuju kepada hal-hal yang diridhai-Nya. Kehidupannya menjadi berarti, masa depannya cemerlang, dan kenikmatan yang tak pernah dirasakan di dunia pun akan diraihnya.

Seperti yang tercantum dalam sabda Rasulullah dari Muawiyah bin Abi Sufyan Radhiallahu diatas bahwa “Siapa yang Allah kehendaki kebaikan kepada seorang hamba maka Ia akan difahamkan tentang agamanya.”
Dan Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam bersabda (artinya) :
“Sesungguhnya Allah Azza Wajalla menciptakan makhluk-Nya dalam kegelapan, Lalu Allah memberikan kepada mereka dari cahaya-Nya, maka siapa yang mendapatkan cahaya tersebut, maka dia mendapatkan hidayah, dan siapa yang tidak mendapatkannya maka dia tersesat.” [11]

Saudaraku Muslim...!
Jadilah orang-orang terbaik yang dimuliakan Allah Azza Wajalla, dengan berusaha mempelajari agama Allah dan mengajarkannya.
Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam bersabda (artinya) :
"Sebaik-baik kalian adalah yang mempelajari al-qur’an dan mengajarkannya." [12]

3. Ilmu agama menyelamatkan dari laknat Allah Azza Wa jalla
Disebutkan dalam sebuah hadits yang diriwayatkan dari sahabat Abu Hurairah Radhiyallahu Anhu bahwa Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam bersabda (artinya) :
“Sesungguhnya dunia itu terlaknat, terlaknat segala isinya, kecuali zikir kepada Allah dan amalan-amalan ketaatan, demikian pula seorang yang alim atau yang belajar.” (HR. Tirmidzi (2322), Ibnu Majah (4112), dihasankan Al-Albani dalam sahih al-jami’, no :1609)

Berkata Al-Munawi dalam menjelaskan hadits ini : “Dunia terlaknat, disebabkan karena ia memperdaya jiwa-jiwa manusia dengan keindahan dan kenikmatannya, yang memalingkannya dari beribadah kepada Allah lalu mengikuti hawa nafsunya.”[13]

Berkata Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah Rahimahullah : “Setiap amalan yang dilakukan seorang hamba yang tidak berbentuk ketaatan, ibadah dan amalan saleh maka amalan tersebut merupakan amalan yang batil, sebab dunia ini terlaknat dan terlaknat segala isinya kecuali sesuatu yang dilakukan karena Allah, meskipun amalan batil itu menyebabkan seorang meraih kepemimpinan dan harta, maka seorang pemimpin bisa menjadi Firaun, dan seorang yang gila harta bisa menjadi Qarun.” [14]
Maka dengan menuntut ilmu dan mengajarkannya, akan menjadikan seorang hamba yang masuk kedalam kelompok yang akan meraih ridha-Nya, dan selamat dari kemurkaan dan siksa-Nya.

4. Menuntut Ilmu, jalan menuju surga.
Disebutkan dalam sahih Muslim, dari hadits Abu Hurairah Radhiyallahu anhu, bahwa Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam bersabda (artinya) :
“Barangsiapa yang menempuh satu jalan untuk mendapatkan ilmu, maka Allah memudahkan baginya jalan menuju surga.” (HR.Muslim : 2699)

Hadits ini menerangkan bahwa seorang yang keluar untuk menuntut ilmu, akan menjadi sebab masuknya seorang hamba ke dalam surga.
Mengapa demikian ? Ya, tatkala seorang muslim mempelajari agamanya dengan penuh keikhlasan, maka dia akan dimudahkan untuk memahami mana yang baik dan mana yang buruk, antara yang halal dan yang haram, yang haq dan yang batil, lalu dia berusaha mengamalkan apa yang telah ia ketahui dari ilmu tersebut, sehingga ia menggabungkan antara ilmu dan amal dengan keikhlasan dan mengikuti bimbingan Nabi Shallallahu 'Alaihi Wasallam, maka dia menjadi seorang hamba yang diridhai-Nya, dan tiada balasan dari Allah Ta’ala bagi hamba yang diridhai-Nya melainkan surga.

Banyak kaum muslimin yang beranggapan bahwa menuntut ilmu agama itu hanya tugas para santri yang duduk di pondok-pondok pesantren. Tentu ini merupakan persepsi yang salah, sebab setiap muslim telah diwajibkan untuk mempelajarinya, sebagaimana yang telah kita sebutkan dari hadits Nabi Shallallahu Alaihi Wasallam.
Hadits ini menjelaskan bahwa balasan yang Allah berikan kepada hambanya setimpal dengan usaha yang telah dia lakukan, sebagaimana dia menempuh jalan untuk mencari kehidupan hatinya dan keselamatan dirinya dari kebinasaan, maka Allah menjadikannya menempuh jalan yang ingin diraihnya tersebut. [15]

5. Ilmu lebih utama dari ibadah.
Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam bersabda (artinya) :
“Keutamaan ilmu lebih aku sukai dari keutamaan ibadah, dan sebaik-baik agama kalian adalah bersikap wara’ [16].” (HR. Al-Hakim, Al-Bazzar, At-Thayalisi, dari Hudzaifah bin Yaman Radhiyallahu Anhu. Disahihkan Al-Albani dalam sahih Al-jami’ : 4214)

Dalam riwayat lain, Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam bersabda (artinya) :
“Sesungguhnya keutamaan seorang yang berilmu dibanding ahli ibadah, seperti keutamaan bulan dimalam purnama dibanding seluruh bintang-bintang.” (HR. Abu Dawud (3641), Ibnu Majah (223), dari hadits Abu Darda’ Radhiyallahu Anhu)

Yang dimaksud hadits ini bahwa memiliki ilmu dengan cara menuntutnya, atau mengajarkannya, merupakan amalan ibadah yang lebih utama dibanding amalan ibadah lainnya, seperti shalat sunnah, berpuasa sunnah, dan yang lainnya. Bukan yang dimaksud hadits ini bahwa ilmu bukan bagian dari ibadah, namun maksudnya bahwa ilmu merupakan bagian ibadah yang paling mulia, bahkan bagian dari jihad fi sabilillah.

Berkata Sufyan Ats-Tsauri Rahimahullah : “Aku tidak mengetahui ada satu ibadah yang lebih utama dari engkau mengajarkan ilmu kepada manusia.” (Jami’ bayanil ilmi, Ibnu Abdil Bar : 227)
Beliau juga berkata : “Tiada satu amalan yang lebih utama dari menuntut ilmu jika niatnya benar.” (Jami’u bayanil ilmi : 119)
Berkata Abu Darda’ : “Barangsiapa yang menyangka bahwa berangkat menuntut ilmu bukan amalan jihad, maka sungguh ia telah kurang pandangan dan akalnya.”(Miftahu daris sa’adah : 1/122)


Masih banyak lagi keutamaan ilmu yang dijelaskan di dalam Al-qur’an dan Sunnah, namun semoga yang sedikit ini menjadi pemicu semangat kita untuk berusaha menggali warisan Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam yang penuh berkah ini.
Semoga Bermanfa'at...!!
_____________________________________________________________________________
Catatan Kaki :
[1] HR. Al-Bukhari (no. 2948) dan Muslim (no. 1037).
[2] 2/463- Bahjatun Naazhiriin.
[3] Syarah Shahih Muslim (7/128).
[4] Fathul Baari (1/165).
[5] Lihat keterangan Syaikh Muhammad bin Shaleh al-’Utsaiman dalam kitab al-Ilmu (hal. 9).
[6] Lihat kitab Miftaahu Daaris Sa’aadah (1/60).
[7] Lihat kitab Fathul Baari (1/165) dan Miftaahu Daaris Sa’aadah (1/60).
[8] Lihat kitab Miftaahu Daaris Sa’aadah (1/60).
[9] Lihat kitab Syarah Shahih Muslim (7/128) dan Faidhul Qadiir (3/510).
[10] Lihat Bahjatun Naazhiriin (2/463).
11 (HR. Ahmad (2/176), Tirmidzi,no : 2642, Ibnu Hibban (6169), Al-Hakim dalam mustadrak (1/84), dari hadits Abdullah bin Amr bin Ash. Disahihkan Al-Albani dalam Ash-Shahihah (3/1076)
[12] HR. Bukhari (4739), dari Utsman Bin Affan Radhiyallahu Anhu.
[13] Tuhfatul ahwadzi : (6/504).
[14] Majmu’ fatawa : (8/76).
[15] Lihat Miftahu Daris sa’adah, Ibnul Qayyim : 71.
[16] Wara’ adalah meninggalkan sesuatu yang dikhawatirkan memudaratkan kehidupan akhiratnya.
Read more...

Ceramah : Keutamaan Ilmu Agama

0 komentar

Assalaamu’alaikum warahmatullaahi wabarokatuh,
إِنَّ الْحَمْدَ لِلَّهِ نَحْمَدُهُ وَنَسْتَعِيْنُهُ وَنَسْتَغْفِرُهْ وَنَعُوذُ بِاللهِ مِنْ شُرُوْرِ أَنْفُسِنَا وَمِنْ سَيِّئَاتِ أَعْمَالِنَا، مَنْ يَهْدِهِ اللهُ فَلاَ مُضِلَّ لَهُ وَمَنْ يُضْلِلْ فَلاَ هَادِيَ لَهُ. وَأَشْهَدُ أَنْ لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللهُ وَحْدَهُ لاَ شَرِيْكَ لَهُ وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ صلى الله عليه وعلى آله وصحبه ومن تبعهم بإحسان إلى يوم الدين
Innalhamdalillahinahmaduhuwanasta’iinuhuwanastaghfiruhuWana’udzubiillahminsyurruri ‘anfusinaawaminsayyi’ati ‘amaalinnaa Manyahdihillah falah mudhillalah Waman yudhlilfalaah aadiyalah Waasyhaduallaa ilaaha illallaah wahdahu laasyariikalah waasyhaduanna muhammadan ‘abduhuwarasuuluh. Salallahu'alaihi wa 'ala alihi wa sahbihi wa man tabi'ahum bi ihsanin illa yaumiddiin'.
Fainna ashdaqal hadits kitabaLLAH wa khairal hadyi hadyu Muhammad Salallahu'alaihiwassalam, wa syarral ‘umuri muhdatsatuha, Wa kullu muhdatsatin bid’ah wa kullu bid’atin dhalalah wa kullu dhalalatin fin nar… Ammaba’du

Pendidikan dalam bahasa arab pendidikan berarti tarbiyah. Tarbiyah berasalah dari kata robba-yurobbi-tarbiyatu.
Tarbiyah fii lugot =
1.     Al-ishlah = mushlih atau memperbaiki
2.     Annamaau wazziyadah = mengembangkan atau bertambah
3.     Nasyaa a wa ta’ruu’ ro’ = berkembang
4.     Saa sahu wa tsau roo muroh = menguasai
5.     Atta’liimu = pengajaran
Pendidikan/tarbiyah menurut istilah adalah proses pengubahan sikap dan tata laku seseorang atau kelompok orang dlm usaha mendewasakan manusia melalui upaya pengajaran dan pelatihan;
Bahkan menurut Paulo freire pendidikan adalah proses memanusiakan manusia.
Aspek-aspek yang ada dalam pendidikan :
1.     Iman (agama)
2.     Akhlak
3.     Jasmani
4.     Akal
rasul bersabda dalam hadits yang sohihmutafaq aliah
مَنْ يُرِدِاللهُ بِه خَيْرًايُفَقِّهْهُ فِي الدِّيْنِ    متفق غليه
Man yuridillaahi bihi khoiron yufaqqihhu fiiddiin
Artinya : “Barang siapa yang dikehendaki Allah menjadi baik maka dia akan difahamkan dalam agama (HR. MuttafaqunAlaih)
sangat penting dan betapa penting nya ilmu agama, dan memiliki suat keutamaan yg sangat besar sekali.. keutamaan dan pentingnya mencari ilmu agama
secara realita kita tidak bisa lepas dr ilmu agama, kenapa? kalo kita di dalam memnuhi kebutuhan jasmani kita, kalo kita makan kurang dari tiga kali dalam satu hari tentu saja badan kita protes, badan kita lemas tidak bertenaga.. kenapa kita bisa membiarkan rohani kita sehari tidak dikasih asupan sama sekali, dua hari tidak dikasih makan sama sekali.. diantara mereka sepanjang umur nya sepanjang hidupnya,.. sangat meremehkan dan tidak memperhatikan kebutuhan rohani nya.. kalau kita yakin bahwa manusia itu memiliki dua kekuatan yang pertama kekuatan jasmani yang biasa kita sebut badan yg kita sering kasih makan tiap hari, tetapi jarang sekali orang memperhatikan kebutuhan rohani nya, tidak ada makanan yg paling tepat untuk rohani kecuali ilmu agama... keduanya, biasanya kalau kita lihat penjajah bisa menguasai suat masyarakat, suat negara, dan menguasai nya itu terlihat mudah dikala masyarakat nya itu terlihat bodoh.. maka di sini untuk supaya kita tidak dikuasai oleh imperialisme atau penjajah maka kita harus menjadi orang yg pintar.. selanjutnya kalau kita perhatikan aliran sesat, pemikiran” yang nyeleneh itu sangat subur dikalangan orang yang kurang asupan rohani nya... maka di sini pentingnya ilmu agama disampingmengcounter jajahan, ilmu agama juga bisa untuk mengcounter pemikiran” yang sesat yang bisa saja merasuk ke lingkungan atau masyarakat kita. dengan kita memiliki masyarakat2 cerdas dan paham ilmu agama, maka insya allah aliran sesat itu tidak mudah mempengaruhi kita..
ada suat istilah kaidah..
مَا لاَ يَتِمُّ الْوَاجِبُ إِلاَّ بِهِ فَهُوَ وَاجِبٌ
Maala yatimmulwajibu illa bihi fahuwa waajib
“Suatu kewajiban tidak akan bisa dilaksanakan dengan sempurna, kecuali dengan adanya sesuatu yang lain, maka hukum sesuatu yang lain itu pun menjadi wajib.”
artinya kalau memang wudhu itu wajib sebagai sarat syah shalat.. maka menguasai ilmu nyawudhu itu wajib.. kalau sekarang shalat itu merupakan kewajiban setiap muslim., menguasai ilmu nyashalat itu wajib.. kalau puasa Ramadhan itu wajib bagi setiap muslim yg mukalam.. maka menguasai ilmu nya puasa juga wajib.. dari sani hadirin sekalian kita dapat menyimpulkan bahwa ilmu agama disamping memiliki keutamaan juga sangat penting di kuasai setiap muslim bila ingin memiliki agama yg benar, melaksanakan agama dengan benar, dan amal’ nya di dunia diterima Allah swt..
Hukum mencari Ilmu :
Hukum mencari ilmu secara global terbagi menjadi 3
1.       Fardu ‘ain yaitu ilmu ilmu yg berkaitan dengan kewajiban yg wajib ditunaikan setiap muslim, artinya apaapa kewajiban yg sifat nyafardu ‘ain maka mempelajari ilmu nya itu wajib.. maka mencari ilmu nya itu berhukum fardu ‘ain.. seperti shalat mencari ilmu nya  solat menguasai ilmu nya solat, agar kita melaksanakan solat dengan benar dengan baik..maka itu hukum nya fardu’ain
2.       Hukum mencari ilmu fardu kifayah artinya kalau ditunaikan sekelompok orang maka yg lain nya gugur.. seperti menguasai ilmu warisan atau menguasai ilmu kedokteran.. karena kita tidak boleh membiarkan umat ini tidak ada mengurusi, tidak ada yg mengobati kesehatan umat ini, harus diantara umat ini ada yg bisa menguasai ilmu warisan, ilmu hukum,   maka ini termasuk ilmu ilmu yg fardu kifayah..
3.       Ilmu yg hukumnya sunnah.. ilmu-ilmu yg menjadi pelengkap dalam upaya pengalaman ilmu agama kita,  seperti belajar ilmu nahwu sorof, belajar ilmu peradilan islam, belajar ilmu-ilmu yg berkaitan dengan kebutuhan umat ini sementara orang lain ada yg sudah menunaikannya,
kalau kita sudah mengetahui hukum mencari ilmu maka kita sekarang ini sudah bisa mengetahui kebutuhan diri kita  masing masing.. apa apa yg berkaitan dengan kewajiban yg sifat nya fardu ‘ain ini apa sudah kita laksankan belum? Kalau belum mari kita bersama sama mencari ilmu nya..
Keutamaan ilmu agama dan orang yg belajar ilmu agama
Kalau kita membaca alqur’an dan menggali hadits Rasulullah, serta pernyataan pernyataan para ulama ternyata banyak sekali yg mendorong kita yg menjelaskan tentang keutamaan mencari ilmu, ilmu agama..
Diantara nya dalam firman allah :
قُلْ هَلْ يَسْتَوِي الَّذِينَ يَعْلَمُونَ وَالَّذِينَ لَا يَعْلَمُونَ إِنَّمَا يَتَذَكَّرُ أُوْلُوا الْأَلْبَابِ
Qul hal yastawilladziina ya’lamuuna walladziina laa ya’lamuuna innamaa yatadzakkaru uulul albaab
Katakanlah (wahai Muhammad) apakah sama orang-orang yang mengetahui dan orang-orang yang tidak mengetahui. Sesungguhnya orang yang berakallah yang dapat menerima pelajaran. (QS Az Zumar: 9)
Disini tidak perlu dijawab, sangat jelas sekali berbeda antara orang yg mempunyai ilmu dengan orang yg tidak mempunyai ilmu agama.. berbeda sekali orang yg menguasai hukum hukum islam dengan orang yg tidak menguasai hukum hukum islam.. didalam ttingkah lakunya, didalam perangai nya didalam ucapan nya.. seluruh tingkah lakunya sangat berbeda jauh..
Di dalam firman allah yg lainnya, allah membanding kan antara orang yg memahami ilmu dengan orang yang tidak memahami ilmu..
“adakah sama orang yg sekarang berjalan dengan merangkak, sama dengan orang yg berjalan tegak”
Artinya disini orang yg tidak menguasai ilmu agama,  sama dengan menjalani kehidupan ini dengan merangkak, susah nyampe nya lama nyampe nya, lambat.. orang yg tidak mempunyai ilmu ini hidup serba lambat, hidup serba susah karena tidak mempunyai petunjuk. Beda dengan yg orang yg berjalan tegak, berjalan normal.. hidup didasari dengan ilmu dikuati dengan ilmu.. memiliki ilmu jelas berbeda sekali.. berjalan tegak tau rambu tau arah normal. Ini orang yg tau ilmu agama,. Artinya orang yg menguasai ilmu agama tau mana halal haram mana ma’ruf dan munkar tau bisa membedakan mana yg baik dan mana yg buruk.. ini orang yg ngerti agama seperti layak nya orang berjalan tegak..
Dalam firman allah
إِنَّمَا يَخْشَى اللَّهَ مِنْ عِبَادِهِ الْعُلَمَاء
Innamaa yakhsya allah min ‘ibaadihil ‘ulamaau
“Sesungguhnya yang takut kepada Allah di antara hamba-hamba-Nya, hanyalah ulama. (Al Fathir: 28)”
Artinya bila kita ingin menumbuhkan khosiah atau rasa takut kepada allah itu adalah dengan memperkaya ilmu, atau memperbanyak ilmu.. ini suatu hal yg logis karena orang yg paling tau dengan ilmu agama hukum agama adalah ulama. Bagaimana kita bisa takut kepada Allah, kepada larangan Allah sementara kita saja tidak tau hukum-hukum ilmu-ilmu dalam agama.. apa yg harus kita takuti ?
Maka dari itu yu kita belajar bersama .. mencari ilmu bersama..
Dalam hadits rasul
بَلِّغُوا عَنِّى وَلَوْ آيَةً
Ballighuu ‘annii walau aayat
Maksudnya: “Sampaikan dari ku walaupun sepotong ayat."
Bahwa orang yg memiliki ilmu memiliki suatu kewajiban menyampaikan ilmu nya..
juga didalam hadits rasul yg menunjukan keutamaan ilmu
مَنْ سَلَكَ طَرِيقًا يَلْتَمِسُ فِيهِ عِلْمًا سَهَّلَ اللَّهُ لَهُ طَرِيقًا إِلَى الْجَنَّةِ
Man salaka thoriikon yaltamisu fiihi ‘ilman sahhala allah lahu thoriikon ilaljannati
“Barangsiapa yang menempuh suatu jalan untuk mencari ilmu, maka Allah memudahkan untuknya jalan menuju Surga.”
Maka bisa disimpulkan bahwa jalan ilmu adalah jalan surga.,, siapa yg ingin tau jalan nya surga itulah jalan nya ilmu..
Diantara yg akan bertahan nanti dan akan diambil manfaat di dunia untuk di akherat adalah ilmu..
Sebagaimana dalam hadits Rasulullah..
إِذَا مَاتَ الْإِنْسَانُ انْقَطَعَ عَمَلُهُ إِلَّا مِنْ ثَلَاثَةٍ مِنْ صَدَقَةٍ جَارِيَةٍ وَعِلْمٍ يُنْتَفَعُ بِهِ وَوَلَدٍ صَالِحٍ يَدْعُو لَهُ
Idzaa maatal insaanu ingqoto’a ‘amallahu illaa min tsalaatsatim min shodaqotinn jaariyatinn wa ‘ilmin yuntafa’ubihi wa awwaladin shoolihin yad’uulahu
“Jika seseorang meninggal dunia, maka terputuslah amalannya kecuali tiga perkara (yaitu): sedekah jariyah, ilmu yang dimanfaatkan, atau do’a anak yang sholeh yg selalu memndoakan kepada orangtuanya ” (HR. Muslim no. 1631)
Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:
إن الْعُلُمَاءُ وَرَثَةُ اْلأَنْبِيَاءِ، إِنَّ اْلأَنْبِياَءَ لَمْ يُوَرِّثُوْا دِيْناَرًا وَلاَ دِرْهَماً إِنَّمَا وَرَّثُوْا الْعِلْمَ فَمَنْ أَخَذَ بِهِ فَقَدْ أَخَذَ بِحَظٍّ وَافِرٍ
“Sesungguhnya ulama adalah pewaris para nabi. Sungguh para nabi tidak mewariskan dinar dan dirham. Sungguh mereka hanya mewariskan ilmu maka barangsiapa mengambil warisan tersebut ia telah mengambil bagian yang banyak.” (Hadits ini diriwayatkan Al-Imam At-Tirmidzi)
Jadi kalau kita ingin mendapatkan bagian harta warisan Rasulullah saw. dan para nabi itulah ilmu.. siapa yg sekarang telah memperbanyak ilmu nya maka ia telah mengambil harta warisan peninggalan Rasulullah. Saw. maka ambil lah sebanyak banyak nya kalau kita ingin banyak mengambil warisan itu.
Sekarang cara kita mencari ilmu.. mencari ilmu tidak ada batas nya tidak umurnya, tidak ada batasan umur, bahkan didalam pernyataan-pernyataan para ulama bahkan realita-realita para ulama.. mereka mencari ilmu sampai meninggal dunia, kalau melihat sejarah-sejarah dulu mencari ilmu dari kecil sampai tua beliau selalu bersama ilmu meninggal bersma ilmu.
Akan tetapi disini ilmu yg paling baik dicari adalah pada saat kita kecil, karena anak kecil itu pikiran nya masih bersih, masih suci, jadi wajar saja bila banyak ilmu yg dapat diserap pada waktu itu.
Bahkan Hasan Al-basri mengatakan “mencari ilmu dimasa kecil itu seperti mengukir diatas batu”.
Juga diantara ulama ilmu adalah binatang buruan dan tulisan adalah talinya... maka ikatlah binatang buruanmu dengan tali yg kokoh.. maka betapa sayang nya kalau kita berburu terus melepaskannya begitu saja..
Ini pentingnya kita menulis, menyiapkan kertas, pulpen tatkala kita belajar dan sambil menghafalkannya juga..
Ada pesan dari Lukman al hakim untuk anak nya dan mungkin cocok juga untuk kita.. ia berpesan kepada anaknya “wahai anakku, bersandinglah kamu dengan ulama, dan temukan lututmu dengan lutut nya. Sesungguhnya Allah menghidupkan hati dengan ilmu, sebagaimana Allah menghidupkan bumi ini yang mati dengan air hujan yang turun dari langit”
Dan juga pesan beliau “wahai anakku, janganlah kamu belajar untuk bisa menyaingi ulama, dan untuk bisa sombong didepan orang awam, dan bisa tampil di majelis-majelis,” beliau juga berpesan “wahai anakku, pilihlah majelis taklim, dan kalau kamu melihat suatu kaum berdzikir kepada Allah duduk-duduk di majelis taklim, maka hadirilah. Dan kalau kamu tau kalau kamu mengerti dia akan mengambil ilmumu, dan kalau kamu tidak mengerti mereka akan mengajari kamu”
Itulah pesan-pesan hikmah dari Lukman al hakim kepada anaknya, orang yang dikenal sangat bijaksana..
Tidak ada salah nya, bahkan menjadi suatu kecerdikan tatkala ada suatu hikmah maka ia berusaha untuk mengambilnya..
Perjalanan Ulama Dalam Mencari Ilmu
Penderitaan, sakitnya para ulama dalam mencari ilmu, ada cerita yang sangat menarik dan menakjubkan dari perjalanan Jabir bin Abdullah R.A sahabat rasul.. ke negeri syam jaraknya satu bulan hanya untuk mendengarkan satu hadits dari abdullah ibnu unaisy yang bunyi nya
"Manusia nanti akan dikumpulkan dihari kiamat didalam keadaan tidak beralas kaki, telanjang dan tidak dikhitan”
Juga ada cerita dari Abu ayub al anshori. Beliau harus berjalan dari madinah untuk menemui ukbah bin amir di mesir, hanya untuk mendengarkan satu hadits, yg berbunyi
Barangsiapa yang menutupi aib seorang muslim maka ia akanditutup aibnya di hari kiamat
Jangan dikira perjalanan itu bisa ditempuh dengan pesawat, kapal laut, mobil, bis, atau sepeda, kendaran paling banter disaat itu adalah unta dan kuda.. itulah contoh bagaimana pentingnya ilmu..
Makanya disayangkan bila ada majelis yg dekat saja kita malas untuk datang bahkan diatas meja saja bila ada ilmu kita selalu malas untuk membaca nya..
Masih banyak lagi kisah sahabat sahabat nabi, semangat para ulama dalam mencari ilmu dengan mengorbankan harta, waktu dan tenaga nya itu bena-benar..
Maka tidak aneh karena hasil itu berdasarkan usaha.. bila usaha nya serius maka hasilnya memuaskan.. maka tidak aneh imam ahmad ibnu hanbal hafal satu juta hadits.. dan juga bahwa ahli-ahli hadits menulis hadits atau membukukan hadits dari abu daud sekitar 40.000 hadits, sementara ditangan abu daud tidak ada kitab atau tulisan secuil pun untuk menulis hadits, artinya beliau abu daud meriwayatkan hadits memang diluar kepala dan lepas dari hafalan-hafalannya. Abu zur’ah arroji mengatakan saya hafal 200.000 hadits seperti mereka menghafal surat al-ikhlas..
Maka sekarang sudah bukan waktunya lagi untuk bermalas-malasan mencari ilmu, mempelajari ilmu agama.. mari kita tingkatkan semangat mencari ilmu, yg sudah ada pertahankan yg belum datang ajak lagi.  

Subhanakallahummawabihamdikaasyhaduallailahaillaantaastagfirukawa’atubuilaik
Read more...

Rabu, 31 Oktober 2012

Kumpulan Ceramah K.H. Zainuddin MZ

0 komentar

بِسْــــــــــــــــمِ اﷲِالرَّحْمَنِ اارَّحِيم


Siapa yang tidak kenal dengan sosok KH. Zainuddin MZ ? ia adalah seorang da’i kondang yang dijuluki ‘Da’i Sejuta Ummat’. Kepiawaian beliau dalam berceramah adalah karena bahasa dan retorikanya yang indah menghibur dan mudah dipahami kalangan masyarakat dari berbagai lapisan. Beliau sudah dua kali memberikan ceramahnya di MasjidJami‘ Al Ikhwan Cipadu, masjid yang kebetulan saya adalah pengurus DKMnya… Berikut ini adalah beberapa file ceramah dakwah beliau dalam format mp3 :
Read more...