Selasa, 05 Februari 2013

Maulid Nabi Muhammad SAW Menurut Ulama Salaf / Ulama terdahulu

0 komentar




Maulid nabi atau perayaan kelahiran nabi sampai detik ini masih selalu diperdebatkan. Dengan Banyaknya Pembaca dan Pecinta Rosulullah bertanya kepada kami tentang hukum Maulid Nabi ini.

Bentuk suka cita perayaaan kelahiran nabi muhammad saw, dilakukan oleh paman beliau rosulullah " Abu Lahab" Hadist Bukhori No. 5101 :
 Pernah ada seseorang yg bermimpi bertemu dengan Abu Lahab setelah ia meninggal, selanjutnya orang tersebut bertanya : Bagaimana keadaanmu?. Kemudian Abu Lahab menjawab : Aku berada di neraka, hanya saja setiap malam Senin aku mendapatkan keringanan dan (pada malam itu) aku bisa menghisap air dari kedua ujung telunjuk jariku. Sembari berkata demikian Abu Lahab memberi isyarat dengan kedua ujung telunjuk jarinya. Setelah itu ia berkata lagi : Semua itu tidak lain karena aku telah membebaskan Tsuwaibah setelah ia memberi kabar baik tentang lahirnya Nabi Muhammad SAW dan karena ia telah menyusui Baginda Nabi SAW.

Kisah ini dijelaskan dalam kitab Al-Tanbihat Al-Wajibat hal 12-13 juga dalam kitab Al-Mausu'ah Al-Yusufiyyah dengan redaksi yg berbeda, sedangkan orang yg bermimpi tadi adalah Abbas ibn Abdul Muthollib paman Baginda Nabi SAW.

Sungguh, benar bahwa abu lahab divonis masuk neraka. namun karena suka cita terhadap kelahiran (maulid) Nabi saw, di dapatkan keringanan siksaan karena suka cita maulid nabi.

Kami tekankan sekali lagi Maulid Nabi,bukan ritual ibadah (Ibadah Mahdloh), Maulid nabi adalah ibadah Ghoiru mahdloh akan kecintaan pada Rosulullah, seperti mencintai orang tua, berbaik terhadap tetangga. Lantas bagaimana pendapat ulama salaf (terdahulu masyhur nan sholih)?, adalah alasan kenapa kita mencari pendapat ulama terdahulu karena  Rosulullah bersabda : “Sebaik-baik kalian (umat Islam) adalah yang hidup pada masaku (generasi shahabat), kemudian orang-orang sesudah mereka (tabi’in), lalu yang sesudahnya lagi (tabi’ut tabi’in).” (H.R. Bukhari; Muslim).

Maka dari itu inilah fatwa/ qoul/ perkataan ulama terdahulu tentang maulid nabi. Dari Hadist diatas mMeskipun seluruh golongan umat yang mengatakan sesat tentang maulid nabi berkumpul membuat konsesus, maka sama sekali TIDAK AKAN BISA menyanggahnya.

1. Imam Jalaluddin As Suyuti. Beliau adalah imam ahli tarikh, ahli hadist, ahli quran, hafal 200.000 hadist, Penutup mujaddid seluruh dunia, mempunyai karangan 725 kitab bermacam macam keahlian, Imam Jalaluddin Assayuthi ini lahir tahun 849 hijriah dan wafat tahun 911 hijriah,

الجـــــواب عندي أن أصل عمل المولد الذي هو اجتماع الناس وقراءة ما تيسر من القرآن ورواية الأخبار الواردة في مبدأ أمر النبي صلى الله عليه وسلم وما وقع في مولده من الآيات ثم يمد لهم سماط يأكلونه وينصرفون من غير زيادة على ذلك هو من البدع الحسنة التي يثاب عليها صاحبها لما فيه من تعظيم قدر النبي صلى الله عليه وسلم وإظهار الفرح والاستبشار بمولده الشريف
Dan jawabannya, pada dasarnya amal Maulid itu adalah berkumpulnya manusia, membaca Al-Qur’an, riwayat riwayat perjalanan nabi serta yang terjadi pada kelahiran beliau kemudian disajikan beberapa hidangan bagi mereka selanjutnya mereka bubar setelah itu tanpa ada tambahan-tambahan lain. itu termasuk kedalam bid'ah hasanah (sesuatu yg baik) yang diberi pahala bagi orang yang merayakannya. Karena perkara tersebut adalah bagian dari pengagungan terhadap kedudukan Nabi dan merupakan menampakkan rasa gembira dan suka cita dengan kelahiran yang Mulya.

2. Imam Abu Syamah. Beliau adalah Imam Abdurrahman bin Ismail Addimasyqi, Seorang ahli tarikh, ahli hadist, ahli fiqh,dan sdh mencapai derajat mujtahid muthlaq, dan Satu - satunya yg ahli qiraat pada masanya, Beliau adalah guru Imam Nawawi dibidang qiraat, beliau lahir tahun 599H dan wafat tahun 665H

 ﻗﺎﻝ ﺍﻹﻣﺎﻡ ﺃﺑﻮ ﺷﺎﻣﺔ ﺷﻴﺦ ﺍﻟﻨﻮﻭﻱ : ﻭﻣﻦ ﺃﺣﺴﻦ ﻣﺎ ﺍﺑﺘﺪﻉ ﻓﻲ ﺯﻣﺎﻧﻨﺎ ﻣﺎ ﻳﻔﻌﻞ ﻛﻞ ﻋﺎﻡ ﻓﻲ ﺍﻟﻴﻮﻡ ﺍﻟﻤﻮﺍﻓﻖ ﻟﻴﻮﻡ ﻣﻮﻟﺪﻩ ﺻﻠﻰ ﺍﻟﻠﻪ ﻋﻠﻴﻪ ﻭﺳﻠﻢ ﻣﻦ ﺍﻟﺼﺪﻗﺎﺕ ﻭﺍﻟﻤﻌﺮﻭﻑ ﻭﺇﻇﻬﺎﺭ ﺍﻟﺰﻳﻨﺔ ﻭﺍﻟﺴﺮﻭﺭ ، ﻓﺈﻥ ﺫﻟﻚ ﻣﻊ ﻣﺎ ﻓﻴﻪ ﻣﻦ ﺍﻹﺣﺴﺎﻥ ﻟﻠﻔﻘﺮﺍﺀ ﻣﺸﻌﺮ ﺑﻤﺤﺒﺔ ﺍﻟﻨﺒﻲ ﺻﻠﻰ ﺍﻟﻠﻪ ﻋﻠﻴﻪ ﻭﺳﻠﻢ ﻭﺗﻌﻈﻴﻤﻪ ﻓﻲ ﻗﻠﺐ ﻓﺎﻋﻞ ﺫﻟﻚ ﻭﺷﻜﺮ ﺍﻟﻠﻪ ﺗﻌﺎﻟﻰ ﻋﻠﻰ ﻣﺎ ﻣﻦ ﺑﻪ ﻣﻦ ﺇﻳﺠﺎﺩ ﺭﺳﻮﻝ ﺍﻟﻠﻪ ﺻﻠﻰ ﺍﻟﻠﻪ ﻋﻠﻴﻪ ﻭﺳﻠﻢ ﺍﻟﺬﻱ ﺃﺭﺳﻠﻪ ﺭﺣﻤﺔ ﻟﻠﻌﺎﻟﻤﻴﻦ
Dari sebagian bid'ah hasanah pada zaman kami yaitu peringatan setiap tahun pada hari bertepatan kelahiran junjugan Nabi besar muhammad saw dengan bershadaqah, berbuat baik, menampakkan kegembiraan, karena pekerjaan itu beserta didalamnya ada kebaikan terhadap para orang miskin, itu merasakan syair cinta kepada Nabi, merasakan kebesaran rosul dihatinya, dan bersyukur kepada Allah atas nikmat yang diberikan padanya dengan adanya Rosulullah yang diutus sebagai rahmat bagi semesta alam.

3. Imam Sakhowi. Beliau adalah imam ahli tarikh, ahli hadist, tafsir, perlu diingat murid kesayangan ibnu hajar al asqalani, nama beliau adalah muhammad bin abdurrahman, lahir di mesir tahun 831 hijriah,dan wafat di madinah tahun 902 hijriah.

 ﻗﺎﻝ ﺍﻟﺴﺨﺎﻭﻱ : ﺇﻥ ﻋﻤﻞ ﺍﻟﻤﻮﻟﺪ ﺣﺪﺙ ﺑﻌﺪ ﺍﻟﻘﺮﻭﻥ ﺍﻟﺜﻼﺛﺔ ﺛﻢ ﻻ ﺯﺍﻝ ﺃﻫﻞ ﺍﻹﺳﻼﻡ ﻣﻦ ﺳﺎﺋﺮ ﺍﻷﻗﻄﺎﺭ ﻭﺍﻟﻤﺪﻥ ﺍﻟﻜﺒﺎﺭ ﻳﻌﻤﻠﻮﻥ ﺍﻟﻤﻮﻟﺪ ﻭﻳﺘﺼﺪﻗﻮﻥ ﻓﻲ ﻟﻴﺎﻟﻴﻪ ﺑﺄﻧﻮﺍﻉ ﺍﻟﺼﺪﻗﺎﺕ ﻭﻳﻌﺘﻨﻮﻥ ﺑﻘﺮﺍﺀﺓ ﻣﻮﻟﺪﻩ ﺍﻟﻜﺮﻳﻞ ﻭﻳﻈﻬﺮ ﻋﻠﻴﻬﻢ ﻣﻦ ﺑﺮﻛﺎﺗﻪ ﻛﻞ ﻓﻀﻞ ﻋﻤﻴﻢ
beliau berkata : Sesungguhnya pengamalan maulid terjadi setelah qurun ke 3 kemudian terus menerus orang islam dimana mana dkota kota besar mengerjakan maulid, dan bershodaqah dengan macam macam shodoqah pd malam,dan mementingkan dgn pembacaan maulid nabi dan menampakkan atas mereka dari keberkahan nya yg banyak

4. Imam Hasan Bashri. beliau seorang tabi'in dan termasuk yang paling afdhol tabi'in,seorang imam besar, ilmu beliau tak diragukan lg, nama beliau Yasar Al Hasan bin Abil hasan Al bashri, lahir 2 tahun tersisa dari kekhalifahan umar bin khattab,dan wafat tahun 110 hijriah (ingat Rosulullah wafat12 hijrah)

  ﻗﺎﻝ ﺍﻟﺤﺴﻦ ﺍﻟﺒﺼﺮﻱ ﻗﺪﺱ ﺍﻟﻠﻪ ﺳﺮﻩ : ﻭﺩﺩﺕ ﻟﻮ ﻛﺎﻥ ﻟﻲ ﻣﺜﻞ ﺟﺒﻞ ﺃﺣﺪ ﺫﻫﺒﺎ ﻷﻧﻔﻘﻪ ﻋﻠﻰ ﻗﺮﺍﺀﺓ ﻣﻮﻟﺪ ﺍﻟﺮﺳﻮﻝ
Beliau berkata :aku sangat mencita -citakan, jika aku punya emas sebesar gunung uhud, maka aku sumbangkan untuk pembacaan maulid nabi.

 5. Imam Junaidi Al Bagdadi. Nama lengkapnya Imam junaid bin muhammad al bagdadi tentunya pasti tidak asing lagi bagi kita, beliau adalah seorang wali besar pada masanya, imam dunia pada masanya,dan umur 20 tahun sudah dbolehkan berfatwa, beliau wafat tahun 297hijriah

 ﻗﺎﻝ ﺍﻟﺠﻨﻴﺪ ﺍﻟﺒﻐﺪﺍﺩﻱ ﺭﺣﻤﻪ ﺍﻟﻠﻪ : ﻣﻦ ﺣﻀﺮ ﻣﻮﻟﺪ ﺍﻟﺮﺳﻮﻝ ﻭﻋﻈﻢ ﻗﺪﺭﻩ ﻓﻘﺪ ﻓﺎﺯ ﺑﺎﻹﻳﻤﺎﻥ
Beliau berkata : Barangsiapa menghadiri maulid nabi,dan membesarkan nama rasulullah, maka ia beruntung dengan mendapat keimanan.

 6. Imam Ma'ruf Al karkh. Beliau adalah Ma'ruf bin Fairuz Alkarkhi, salah satu ulama tasawuf dan zuhud, kewalian beliau tidak di ragukan lagi, karena imam ahmad bin hanbal sendiri yang berkata bahwa ma'ruf al karkhi adalah wali abdal dan termasuk mujabudda'wah, beliau di wafatkan tahun 200 hijriah di bagdad, setahun sebelum imam syafi'i wafat

 ﻗﺎﻝ ﻣﻌﺮﻭﻑ ﺍﻟﻜﺮﺧﻲ : ﻣﻦ ﻫﻴﺄ ﻻﺟﻞ ﻗﺮﺍﺀﺓ ﻣﻮﻟﺪ ﺍﻟﺮﺳﻮﻝ ﻃﻌﺎﻣﺎ ﻭﺟﻤﻊ ﺇﺧﻮﺍﻧﺎ ﻭﺃﻭﻗﺪ ﺳﺮﺍﺟﺎ ﻭﻟﺒﺲ ﺟﺪﻳﺪﺍ ﻭﺗﻌﻄﺮ ﻭﺑﺠﻤﻞ ﺗﻌﻈﻴﻤﺎ ﻟﻤﻮﻟﺪﻩ ﺣﺸﺮﻩ ﺍﻟﻠﻪ ﺗﻌﺎﻟﻰ ﻳﻮﻡ ﺍﻟﻘﻴﺎﻣﺔ ﻣﻊ ﺍﻟﻔﺮﻗﺔ ﺍﻷﻭﻟﻰ ﻣﻦ ﺍﻟﻨﺒﻴﻴﻦ ﻭﻛﺎﻥ ﻓﻲ ﺃﻋﻠﻰ ﻋﻠﻴﻴﻦ ﻭﻣﻦ ﻗﺮﺃ ﻣﻮﻟﺪ ﺍﻟﺮﺳﻮﻝ ﻋﻠﻰ ﺩﺭﺍﻫﻢ ﻣﺴﻜﻮﻛﺔ ﻓﻀﺔ ﻛﺎﻧﺖ ﺃﻭ ﺫﻫﺒﺎ ﻭﺧﻠﻂ ﺗﻠﻚ ﺍﻟﺪﺭﺍﻫﻢ ﻣﻊ ﺩﺭﺍﻫﻢ ﺃﺧﺮ ﻭﻗﻌﺖ ﻓﻴﻬﺎ ﺍﻟﺒﺮﻛﺔ ﻭﻻ ﻳﻔﺘﻘﺮ ﺻﺎﺣﺒﻬﺎ ﻭﻻ ﺗﻔﺮﻍ ﻳﺪﻩ ﺑﺒﺮﻛﺔ ﻣﻮﻟﺪ ﺍﻟﺮﺳﻮﻝ ﺻﻠﻰ ﺍﻟﻠﻪ ﻋﻠﻴﻪ ﻭﺳﻠﻢ Barangsiapa menyiapkan makanan untuk pembacaan maulid nabi,dan mengumpulkan orang banyak, menyalakan lampu,memakai pakaian bagus,harum harum, menarik, karena membesarkan maulid nabi, Maka Allah bangkitkan nanti ia di hari kiamat beserta golongan yang pertama dari para nabi, dan ia berada di derajat tinggi, Barangsiapa membaca maulid nabi dletakkan nya dtengah tengah pembacaan maulid itu uang logam dari perak atau emas,lalu setalah itu ia campur uang tadi dengan uang yang lain nya, maka akan berkahlah uang itu dan tidak akan fakir lagi orang tadi,dan tidak akan putus uang dari tangan nya dengan berkat maulid nabi

7. Imam Syafi'i wafat 204 H

 قال الشافعى رحمه الله من جمع لمولد النبى صلى الله عليه وسلم اخوانا وتهياء لهم طعاما وعملا حسانا بعثه الله يوم القيامة مع الصديقين والشهداء والصالحين
Al-Imam Asy-Syafi’i rahimahullah berkata, “barangsiapa yang mengumpulkan orang untuk melaksanakan perayaan Maulid Nabi karena kecintaan rosulullah secara berjama’ahdengan menyediakan makanan dan berlaku baik, niscaya Allah bangkitkan di hari kiamat beserta para ahli kebenaran, syuhada dan para shalihin  

Dari sekian diatas, insyaallah masih banyak lagi pendapat ulama yang memperbolehkan MAULID NABI. Dari ulama ahli hadist, ahli fiqh dan sebagainya. Maka ikutilah ulama-ulama yang shohih, dan terdahulu jangan terbuai dengan pendapat yang mengatakan sesat maulid nabi.

Waspadai orang yang mengatakan sesat salah satunya adalah ulama wahabi:
1. Muhammad Bin Shalih Al Utsaimin
2. Abdul Aziz bin Abdullah bin Baz

Jika 7 pendapat ulama diatas masih kurang lagi, kalau perlu akan kami ratusan pendapat ulama. berikut salah satunya Ulama yang Sangat masyhur lagi:
1. Al-Imam As-Sirriy As-Saqathiy 
2. Al-Imam Ibnu Jauziy 
3. Al-Muhaddits Al-Hafidz Abul Khair Syamsuddin 
4. Al-Imam Yafi’i Al-Yamaniy 
5. Al-Hafidz Al-Imam Al-Muhaddits Syamsuddin bin Nashiruddin Ad-Damasyqiy 
6. Al-Imam Ibnu Hajar Al-Asqalaniy 
7. Al-Imam Ibnu Al-Hajj Al-Maliki 
8. Al-Hafidz Al-Iraqiy 
9. Al-Imam Ibnu ‘Abidin 
Dengan demikian apakah pantas kita berani mengatakan maulid nabi ini sesat? jika masih tetap berkeyakinan tersebut maka berintrospeksi dirilah, bisa jadi Allah telah menutup hati akan ilmu Allah. 
Read more...

Kamis, 17 Januari 2013

Pesan Cinta “Ar-Rahman”

0 komentar

Pesan Cinta “ar-Rahman”


Ketika ar-Rahman bertanya;
“Maka nikmat Tuhan kamu yang manakah yang kamu dustakan?”
Takkan ku sia-siakan nikmat Tuhan dengan berlama-lama tanpamu
Aku ingin akhiri bertualang sendiri;
Menembus, melintasi penjuru langit dan bumi.
Aku hanya ingin mengulanginya denganmu, bersamamu.
Karena isyarat ar-rahman mengingatkanku 
Tak mungkin ku dapat melintasi penjuru itu tanpa kekuatan.
Dalam yakin hatiku berkata, kaulah kekuatan itu.

Ketika ar-Rahman bertanya;
“Maka nikmat Tuhan kamu yang manakah yang kamu dustakan?”
Aku terpanggil untuk segera merengkuhmu dalam kasih
Kau adalah bidadari yang disebut-Nya
Yang santun, menundukkan pandangan,
dan tak pernah disentuh oleh siapapun sebelum mereka,
Karena hanya aku yang terpercaya untuk menyentuhmu,
Sungguh tak ingin ku mengingkari karunia yang suci ini.

Aku ingat pesan ar-Rahman;
“Tidak ada balasan kebaikan kecuali kebaikan pula”
Bagiku, menjawab cinta tulusmu, tautkan hatimu-hatiku
Seperti membalas kebaikan yang diisyaratkan ar-Rahman.
Cintamu adalah satu kebaikan yang ku pinta pada ar-Rahman;
Agar mengalir darinya butir-butir kebaikan yang tak pernah berhenti.

Ya Allah yang Maha Rahman,
Lewat hatiku yang berbicara lirih pada-Mu
Ku pinta sedikit saja pancaran sifat-Mu yang Pengasih itu
Agar aku mampu mengasihi dia, bidadariku,
Sebagaimana Engkau mengasihi seluruh makhluk-Mu

Ya Allah yang Maha Rahman,
Engkau Maha Mendengar munajat hamba-Mu,
Maka, perkenankanlah doa kami.



Lautan Cinta-Nya dalam Surat Ar-Rahman



Fabiayyi alairobbikuma tukadzdziban. Maka nikmat Tuhan kamu yang manakah yang kamu dustakan?. Allah sedang menegur kita dengan firman-Nya. sebuah teguran yang sangat indah.
ketika membacanya. ada getar kerinduan dalam dada. betapa indah Ia menggambarkan surga dengan segala isinya. dalam ayat 46 hingga ayat yang terakhir surga digambarkan sedemikian rupa seakan-akan saya benar-benar telah menatapnya. begitu dekat. betapa bijaksananya Dia. sedang neraka hanya digambarkan sedikit saja.”inilah neraka jahannam yang didustakan oleh orang-orang berdosa.Mereka berkeliling diantaranya dan diantara air yang mendididih yang memuncak panasnya” (ayat 43-44)
dan kemudian Allah memberikan gambaran tentang surga dan segala keindahannya.”Dan bagi orang yang takut akan saat mengahadap Tuhan-nya ada dua surga. Maka nikmat Tuhan kamu yang manakah yang kamu dustakan?” (ayat 46-47). tidak cukup sampai di situ Allah mmberikan kabar gembira. “Dan selain dari dua surga itu ada dua surga lagi.Maka nikmat Tuhan kamu yang manakah yang kamu dustakan?” (ayat 62-63). di dalamnya Allah berkali-kali mendeskripsikan para bidadari surga. “Di dalam surga-surga itu ada bidadari-bidadari yang baik-baik lagi cantik-cantik. Maka nikmat Tuhan kamu yang manakah yang kamu dustakan? Bidadari-bidadari yang jelita, putih bersih dipingit dalam rumah.” (ayat 70-72)
Subhanallah!. Inilah bukti cinta Allah pada kita!. betapa Maha Pemurahnya Ia. Allahummagfirli dzunubi, semoga Allah mengampuni kita yang sering terlena dan kufur terhadap nikmat-Nya. Betapa Allah menyayangi kita.
Maka nikmat Tuhan kamu yang manakah yang kamu dustakan?. sebuah teguran yang sangat indah.

Read more...

Rabu, 16 Januari 2013

Keutamaan-keutamaan Surah Al-Waqiah, Ar Rahman, As Sajdah, dan Al Mulk

0 komentar


بِسْــــــــــــــــمِ اﷲِالرَّحْمَنِ ارَّحِي

Kali ini Rizal akan mencoba membahas Keutamaan-keutamaan Surah Al-Waqiah, Ar Rahman, As Sajdah, dan Al Mulk. Ke-4 surah tersebut dalam judul diatas begitu besar manfaatnya bagi si pembacanya, maka marilah kita berlomba-lomba untuk beristiqomah membacanya, menghayati artinya, lebih-lebih bila bisa kita jadikan wirid setalah shalat 5 waktu, namun bukan berarti surah surah Al Qur'an yang lain kita lupakan, merupakan kewajiban bagi umat islam untuk selalu membaca, menghayati isinya, mempraktekkan dalam kehidupan sehari hari.
Beberapa riwayat dari para Sahabat Nabi Muhammad SAW :

1. Surah Al-Waqi’ah ( Qs. 56) :
  • Ubay bin ka’b berkata bahwa Rasullulah saw bersabda:” barang siapa yang membaca surat Al-Waqi’ah, ia akan dicatat tidak tergolong pada orang-orang yang lalai.”
  • Abdullah bin Mas’ud berkata bahwa Rasullulah saw bersabda”barang siapa yang membaca surat Al-Waqi’ah,ia tidak akan tertimpa oleh kefakiran selamanya”
  • Imam Ja’far Ash- Shadiq berkata :”barang siapa yang membaca surat Al-Waqi’ah pada malam jum’at ,ia akan dicintai oleh Allah, dicintai oleh manusia,tidak melihat kesengsaraan, kefakiran,kebutuhan,dan penyakit dunia,surat ini adalah bagian dari sahabatAmirul Mukimin (sa) yang bagi beliau memiliki keistimewan yang tidak tertandingi oleh yang lain.”
  • Imam Muhammad Al-Baqir (sa) berkata:”barang siapa yang membaca surat Al-Waqi’ah sebelum tidur,ia akan berjumpa dengan Allah dalam keadaan wajahnya seperti bulan purnama.”
2. Surah Ar-Rahman (Qs. 55) :
  • Rasullulah SAW bersabda :”barang siapa yang membaca surat Ar-Rahman, Allah akan menyayangi kelemahannya dan meridhai nikmat yang dikaruniakan kepadanya.”
  • Imam Ja’far Ash-Shadiq (sa):” barang siapa yang membaca surat Ar-Rahman, dan ketika membaca kalimat”Fabiayyi alai Rabbikuma tukadzdziban”ia mengucapkan “La bisyay-in min alaika rabbi akadzibu (tidak ada satupun nikmat-Mu duhai tuhanku yang aku dustakan), jika saat membacanya itu pada malam dan siang hari kemudian ia mati,maka matinya seperti matinya orang yang syahid.
3. Surah Al-Sajadah (Qs. 32) :
  • Imam Ja’far Ash-Shadiq (sa)berkata: “barang siapa yang merindukan surga dan sifatnya, maka bacalah surat Al-Waqi’ah, dan barang siapa yang ingin melihat sifat neraka,maka bacalah surat As-Sajadah.”
4. Surah Al-Mulk (Qs. 67) :
  • Ibnu Abbas berkata:” Pada suatu hari ada seseorang menghampar jubahnya di atas kuburan dan dan ia tidak tahu bahwa tempat itu adalah kuburan, ia membaca surat Al-Mulk, kemudian ia mendengar suara jeritan dari dalam kuburan itu: inilah yang menyelamatkan aku. Kemudian kejadian itu diceriterakan kepada Rasullulah SAW,lalu beliau bersabda : surat Al-Mulk dapat menyelamatkan penghuni kubur dari azab kubur.”
  • Imam Muhammad Al-Baqir (sa) berkata:”surat Al-Mulk adalah penghalang dari siksa kubur, surat ini termaktub di dalam taurat, barang siapa yang membacanya di malam hari ia akan memperoleh banyak manfaat dan kebaikan. Sungguh aku membacanya dalam shalat sunnah sesudah Isya’ dalam keadaan duduk. Ayahku membacanya pada sian dan malam. Barang siapa yang membacanya, maka ketika malaikat Munkar dan Nakir akan masuk ke kuburnya dari arah kedua kakinya, kedua kakinya berkata kepada mereka: kalian tidak ada jalan kearahku, karena hamba ini berpijak kepadaku lalu ia membaca surat Al-Mulk pada siang dan malam hari; ketika mereka datang kepadanya dari rongganya, rongganya berkata kepada mereka: kalian tidak ada jalan kearahku, karena hamba ini telah menjagaku dengan surat Al-Mulk; ketika mereka datang kepadanya dari arah lisannya, lisannya berkaya kepada mereka: kalian tidak ada jalan ke arahku, karena hamba ini telah membaca surat Al-Mulk setiap siang dan malam denganku.”
  • Imam Muhammad Al-Baqir (sa) :” bacalah surat Al-Mulk, karena surat ini menjadi penyelamat dari siksa kubur.”
Dari riwayat2 diatas bisa kita jadikan cambuk pada diri kita untuk istiqomah membaca, mempelajari, menghafalnya, merenungkan, dan kita tularkan kepada keluarga (anak, istri) teman/sahabat agar rajin dan terbiasa dengan surah2 tsb, dan semua yang kita lakukan (Beristiqomah dalam melaksanakan/membaca surah-surah tsb) hanyalah mengharap Ridho dari Allah SWT.
Semoga bermanfaat.

Saya rangkum dari berbagai sumber
Read more...

Surah Ar Rahman dan terjemahan

3 komentar

 سورة الرحمن – سورة ٥٥ – عدد آياتها ٧٨
بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيم
الرَّحْمَنُ (١)عَلَّمَ الْقُرْآنَ (٢)خَلَقَ الإنْسَانَ (٣)عَلَّمَهُ الْبَيَانَ (٤)الشَّمْسُ وَالْقَمَرُ بِحُسْبَانٍ (٥)وَالنَّجْمُ وَالشَّجَرُ يَسْجُدَانِ (٦)وَالسَّمَاءَ رَفَعَهَا وَوَضَعَ الْمِيزَانَ (٧)أَلا تَطْغَوْا فِي الْمِيزَانِ (٨)وَأَقِيمُوا الْوَزْنَ بِالْقِسْطِ وَلا تُخْسِرُوا الْمِيزَانَ (٩)وَالأرْضَ وَضَعَهَا لِلأنَامِ (١٠)فِيهَا فَاكِهَةٌ وَالنَّخْلُ ذَاتُ الأكْمَامِ (١١)وَالْحَبُّ ذُو الْعَصْفِ وَالرَّيْحَانُ (١٢)فَبِأَيِّ آلاءِ رَبِّكُمَا تُكَذِّبَانِ (١٣)خَلَقَ الإنْسَانَ مِنْ صَلْصَالٍ كَالْفَخَّارِ (١٤)وَخَلَقَ الْجَانَّ مِنْ مَارِجٍ مِنْ نَارٍ (١٥)فَبِأَيِّ آلاءِ رَبِّكُمَا تُكَذِّبَانِ (١٦)رَبُّ الْمَشْرِقَيْنِ وَرَبُّ الْمَغْرِبَيْنِ (١٧)فَبِأَيِّ آلاءِ رَبِّكُمَا تُكَذِّبَانِ (١٨)مَرَجَ الْبَحْرَيْنِ يَلْتَقِيَانِ (١٩)بَيْنَهُمَا بَرْزَخٌ لا يَبْغِيَانِ (٢٠)فَبِأَيِّ آلاءِ رَبِّكُمَا تُكَذِّبَانِ (٢١)يَخْرُجُ مِنْهُمَا اللُّؤْلُؤُ وَالْمَرْجَانُ (٢٢)فَبِأَيِّ آلاءِ رَبِّكُمَا تُكَذِّبَانِ (٢٣)وَلَهُ الْجَوَارِ الْمُنْشَآتُ فِي الْبَحْرِ كَالأعْلامِ (٢٤)فَبِأَيِّ آلاءِ رَبِّكُمَا تُكَذِّبَانِ (٢٥)كُلُّ مَنْ عَلَيْهَا فَانٍ (٢٦)وَيَبْقَى وَجْهُ رَبِّكَ ذُو الْجَلالِ وَالإكْرَامِ (٢٧)فَبِأَيِّ آلاءِ رَبِّكُمَا تُكَذِّبَانِ (٢٨)يَسْأَلُهُ مَنْ فِي السَّمَاوَاتِ وَالأرْضِ كُلَّ يَوْمٍ هُوَ فِي شَأْنٍ (٢٩)فَبِأَيِّ آلاءِ رَبِّكُمَا تُكَذِّبَانِ (٣٠)سَنَفْرُغُ لَكُمْ أَيُّهَا الثَّقَلانِ (٣١)فَبِأَيِّ آلاءِ رَبِّكُمَا تُكَذِّبَانِ (٣٢)يَا مَعْشَرَ الْجِنِّ وَالإنْسِ إِنِ اسْتَطَعْتُمْ أَنْ تَنْفُذُوا مِنْ أَقْطَارِ السَّمَاوَاتِ وَالأرْضِ فَانْفُذُوا لا تَنْفُذُونَ إِلا بِسُلْطَانٍ (٣٣)فَبِأَيِّ آلاءِ رَبِّكُمَا تُكَذِّبَانِ (٣٤)يُرْسَلُ عَلَيْكُمَا شُوَاظٌ مِنْ نَارٍ وَنُحَاسٌ فَلا تَنْتَصِرَانِ (٣٥)فَبِأَيِّ آلاءِ رَبِّكُمَا تُكَذِّبَانِ (٣٦)فَإِذَا انْشَقَّتِ السَّمَاءُ فَكَانَتْ وَرْدَةً كَالدِّهَانِ (٣٧)فَبِأَيِّ آلاءِ رَبِّكُمَا تُكَذِّبَانِ (٣٨)فَيَوْمَئِذٍ لا يُسْأَلُ عَنْ ذَنْبِهِ إِنْسٌ وَلا جَانٌّ (٣٩)فَبِأَيِّ آلاءِ رَبِّكُمَا تُكَذِّبَانِ (٤٠)يُعْرَفُ الْمُجْرِمُونَ بِسِيمَاهُمْ فَيُؤْخَذُ بِالنَّوَاصِي وَالأقْدَامِ (٤١)فَبِأَيِّ آلاءِ رَبِّكُمَا تُكَذِّبَانِ (٤٢)هَذِهِ جَهَنَّمُ الَّتِي يُكَذِّبُ بِهَا الْمُجْرِمُونَ (٤٣)يَطُوفُونَ بَيْنَهَا وَبَيْنَ حَمِيمٍ آنٍ (٤٤)فَبِأَيِّ آلاءِ رَبِّكُمَا تُكَذِّبَانِ (٤٥)وَلِمَنْ خَافَ مَقَامَ رَبِّهِ جَنَّتَانِ (٤٦)فَبِأَيِّ آلاءِ رَبِّكُمَا تُكَذِّبَانِ (٤٧)ذَوَاتَا أَفْنَانٍ (٤٨)فَبِأَيِّ آلاءِ رَبِّكُمَا تُكَذِّبَانِ (٤٩)فِيهِمَا عَيْنَانِ تَجْرِيَانِ (٥٠)فَبِأَيِّ آلاءِ رَبِّكُمَا تُكَذِّبَانِ (٥١)فِيهِمَا مِنْ كُلِّ فَاكِهَةٍ زَوْجَانِ (٥٢)فَبِأَيِّ آلاءِ رَبِّكُمَا تُكَذِّبَانِ (٥٣)مُتَّكِئِينَ عَلَى فُرُشٍ بَطَائِنُهَا مِنْ إِسْتَبْرَقٍ وَجَنَى الْجَنَّتَيْنِ دَانٍ (٥٤)فَبِأَيِّ آلاءِ رَبِّكُمَا تُكَذِّبَانِ (٥٥)فِيهِنَّ قَاصِرَاتُ الطَّرْفِ لَمْ يَطْمِثْهُنَّ إِنْسٌ قَبْلَهُمْ وَلا جَانٌّ (٥٦)فَبِأَيِّ آلاءِ رَبِّكُمَا تُكَذِّبَانِ (٥٧)كَأَنَّهُنَّ الْيَاقُوتُ وَالْمَرْجَانُ (٥٨)فَبِأَيِّ آلاءِ رَبِّكُمَا تُكَذِّبَانِ (٥٩)هَلْ جَزَاءُ الإحْسَانِ إِلا الإحْسَانُ (٦٠)فَبِأَيِّ آلاءِ رَبِّكُمَا تُكَذِّبَانِ (٦١)وَمِنْ دُونِهِمَا جَنَّتَانِ (٦٢)فَبِأَيِّ آلاءِ رَبِّكُمَا تُكَذِّبَانِ (٦٣)مُدْهَامَّتَانِ (٦٤)فَبِأَيِّ آلاءِ رَبِّكُمَا تُكَذِّبَانِ (٦٥)فِيهِمَا عَيْنَانِ نَضَّاخَتَانِ (٦٦)فَبِأَيِّ آلاءِ رَبِّكُمَا تُكَذِّبَانِ (٦٧)فِيهِمَا فَاكِهَةٌ وَنَخْلٌ وَرُمَّانٌ (٦٨)فَبِأَيِّ آلاءِ رَبِّكُمَا تُكَذِّبَانِ (٦٩)فِيهِنَّ خَيْرَاتٌ حِسَانٌ (٧٠)فَبِأَيِّ آلاءِ رَبِّكُمَا تُكَذِّبَانِ (٧١)حُورٌ مَقْصُورَاتٌ فِي الْخِيَامِ (٧٢)فَبِأَيِّ آلاءِ رَبِّكُمَا تُكَذِّبَانِ (٧٣)لَمْ يَطْمِثْهُنَّ إِنْسٌ قَبْلَهُمْ وَلا جَانٌّ (٧٤)فَبِأَيِّ آلاءِ رَبِّكُمَا تُكَذِّبَانِ (٧٥)مُتَّكِئِينَ عَلَى رَفْرَفٍ خُضْرٍ وَعَبْقَرِيٍّ حِسَانٍ (٧٦)فَبِأَيِّ آلاءِ رَبِّكُمَا تُكَذِّبَانِ (٧٧)تَبَارَكَ اسْمُ رَبِّكَ ذِي الْجَلالِ وَالإكْرَامِ (٧٨)
Surat Ar-Rahman | Klik untuk memperbesar

1. (Rabb) Yang Maha Pemurah, (QS. 55:1)
2. Yang telah mengajarkan Al-Qur’an. (QS. 55:2)
3. Dia menciptakan manusia, (QS. 55:3)
4. Mengajarnya pandai berbicara. (QS. 55:4)
5. Matahari dan bulan (beredar) menurut perhitungan. (QS. 55:5)
6. Dan tumbuh-tumbuhan dan pohon-pohonan kedua-duanya tunduk kepada-Nya. (QS. 55:6)
7. Dan Allah telah meninggikan langit dan Dia meletakkan neraca (keadilan). (QS. 55:7)
8. Supaya kamu jangan melampaui batas tentang neraca itu. (QS. 55:8)
9. Dan tegakkanlah timbangan dengan adil dan janganlah kamu mengurangi neraca itu. (QS. 55:9)
10. Dan Allah telah meratakan bumi untuk makhluk(Nya), (QS. 55:10)
11. di bumi itu ada buah-buahan dan pohon kurma yang mempunyai kelopak mayang. (QS. 55:11)
12. Dan biji-bijian yang berkulit dan bunga-bunga yang harum baunya. (QS. 55:12)
13. Maka ni’mat Rabb kamu yang manakah yang kamu dustakan? (QS. 55:13)
14. Dia menciptakan manusia dari tanah kering seperti tembikar, (QS. 55:14)
15. Dia menciptakan jin dari nyala api. (QS. 55:15)
16. Maka ni’mat Rabb kamu yang manakah yang kamu dustakan? (QS. 55:16)
17. Rabb yang memelihara kedua tempat terbit matahari dan Rabb yang memelihara kedua tempat terbenamnya 1443. (QS. 55:17)
18. Maka ni’mat Rabb kamu yang manakah yang kamu dustakan? (QS. 55:18)
19. Dia membiarkan dua lautan mengalir yang keduanya kemudian bertemu, (QS. 55:19)
20. antara keduanya ada batas yang tidak dilampaui oleh masing-masing 1444. (QS. 55:20)
21. Maka ni’mat Rabb kamu yang manakah yang kamu dustakan? (QS. 55:21)
22. (Dari keduanya keluar mutiara dan marjan. (QS. 55:22)
23. Maka ni’mat Rabb kamu yang manakah yang kamu dustakan?(QS. 55:23)
24. Dan kepunyaan-Nyalah bahtera-bahtera yang tinggi layarnya di lautan laksana gunung-gunung. (QS. 55:24)
25. Maka ni’mat Rabb kamu yang manakah yang kamu dustakan? (QS. 55:25)
26. Semua yang ada di bumi itu akan binasa. (QS. 55:26)
27. Dan tetap kekal Wajah Rabbmu yang mempunyai kebesaran dan kemuliaan (QS. 55:27)
28. Maka ni’mat Rabb kamu yang manakah yang kamu dustakan? (QS. 55:28)
29. Semua yang ada di langit di bumi selalu minta kepada-Nya. Setiap waktu Dia dalam kesibukan 1445. (QS. 55:29)
30. Maka ni’mat Rabb kamu yang manakah yang kamu dustakan? (QS. 55:30)
31. Kami akan memperhatikan sepenuhnya kepadamu hai manusia dan jin. (QS. 55:31)
32. Maka ni’mat Rabb kamu yang manakah yang kamu dustakan? (QS. 55:32)
33. Hai jama’ah jin dan manusia,jika kamu sanggup menembus (melintasi) penjuru langit dan bumi, maka lintasilah, kamu tidak dapat menembusnya kecuali dengan kekuatan”. (QS. 55:33)
34. Maka ni’mat Rabb kamu yang manakah yang kamu dustakan? (QS. 55:34)
35. Kepada kamu, (jin dan manusia) dilepaskan nyala api dan cairan tembaga maka kamu tidak dapat menyelamatkan diri (daripadanya). (QS. 55:35)
36. Maka ni’mat Rabb kamu yang manakah yang kamu dustakan? (QS. 55:36)
37. Maka apabila langit telah terbelah dan menjadi merah mawar seperti (kilapan) minyak. (QS. 55:37)
38. Maka ni’mat Rabb kamu yang manakah yang kamu dustakan? (QS. 55:38)
39. Pada waktu itu manusia dan jin tidak ditanya tentang dosanya. (QS. 55:39)
40. Maka ni’mat Rabb kamu yang manakah yang kamu dustakan? (QS. 55:40)
41. Orang-orang yang berdosa dikenal dengan tanda-tandanya,lalu dipegang ubun-ubun dan kaki mereka 1446. (QS. 55:41)
42. Maka ni’mat Rabb kamu yang manakah yang kamu dustakan? (QS. 55:42)
43. Inilah neraka jahannam yang didustakan oleh orang-orang berdosa. (QS. 55:43)
44. Mereka berkeliling diantaranya dan diantara air yang mendidih yang memuncak panasnya. (QS. 55:44)
45. Maka ni’mat Rabb kamu yang manakah yang kamu dustakan? (QS. 55:45)
46. Dan bagi orang yang takut saat menghadap Rabbnya ada dua surga 1447. (QS. 55:46)
47. Maka ni’mat Rabb kamu yang manakah yang kamu dustakan? (QS. 55:47)
48. kedua surga itu mempunyai pohon-pohonan dan buah-buahan. (QS. 55:48)
49. Maka ni’mat Rabb kamu yang manakah yang kamu dustakan? (QS. 55:49)
50. Di dalam kedua surga itu ada dua buah mata air yang mengalir. (QS. 55:50)
51. Maka ni’mat Rabb kamu yang manakah yang kamu dustakan? (QS. 55:51)
52. Di dalam kedua surga itu terdapat segala macam buah-buahan yang berpasang-pasangan. (QS. 55:52)
53. Maka ni’mat Rabb kamu yang manakah yang kamu dustakan? (QS. 55:53)
54. Mereka bertelekan di atas permadani yang sebelah dalamnya dari sutra (QS. 55:54)
55. Maka ni’mat Rabb kamu yang manakah yang kamu dustakan? (QS. 55:55)
56. Di dalam surga itu ada bidadari-bidadari yang sopan menundukkan pandangannya, tidak pernah disentuh oleh manusia sebelum mereka (penghuni-penghuni surga yang menjadi suami mereka) dan tidak pula oleh jin (QS. 55:56)
57. Maka ni’mat Rabb kamu yang manakah yang kamu dustakan? (QS. 55:57)
58. Seakan-akan bidadari itu permata yakut dan marjan (QS. 55:58)
59. Maka ni’mat Rabb kamu yang manakah yang kamu dustakan? (QS. 55:59)
60. Tidak ada balasan kebaikan kecuali kebaikan (pula). (QS. 55:60)
61. Maka ni’mat Rabb kamu yang manakah yang kamu dustakan? (QS. 55:61)
62. Dan selain dari surga itu ada dua surga lagi 1448. (QS. 55:62)
63. Maka ni’mat Rabb kamu yang manakah yang kamu dustakan? (QS. 55:63)
64. kedua surga itu (kelihatan) hijau tua warnanya. (QS. 55:64)
65. Maka ni’mat Rabb kamu yang manakah yang kamu dustakan? (QS. 55:65)
66. Di dalam kedua surga itu ada dua mata air yang memancar. (QS. 55:66)
67. Maka ni’mat Rabb kamu yang manakah yang kamu dustakan? (QS. 55:67)
68. Di dalam keduanya ada (macam-macam) buah-buahan dan kurma serta delima. (QS. 55:68)
69. Maka ni’mat Rabb kamu yang manakah yang kamu dustakan? (QS. 55:69)
70. Di dalam surga-surga itu ada bidadari-bidadari yang baik-baik lagi cantik-cantik. (QS. 55:70)
71. Maka ni’mat Rabb kamu yang manakah yang kamu dustakan? (QS. 55:71)
72. (Bidadari-bidadari yang jelita, putih bersih dipingit dalam rumah. (QS. 55:72)
73. Maka ni’mat Rabb kamu yang manakah yang kamu dustakan? (QS. 55:73)
74. Mereka tidak pernah disentuh oleh manusia sebelum mereka (penghuni-penghuni surga yang menjadi suami mereka) dan tidak pula oleh jin. (QS. 55:74)
75. Maka ni’mat Rabb kamu yang manakah yang kamu dustakan? (QS. 55:75)
76. Mereka bertelekan pada bantal-bantal yang hijau dan permadani yang indah. (QS. 55:76)
77. Maka ni’mat Rabb kamu yang manakah yang kamu dustakan? (QS. 55:77)
78. Maha Agung nama Rabbmu Yang Mempunyai Kebesaran dan Karunia. (QS. 55:78)
Read more...